REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Sekitar 127 aset milik PT Perusahaan Listrik Nasional (PLN) Sulawesi masuk dalam tahapan sertifikasi kepemilikan resmi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dalam rangka mendorong pelaksanaan percepatan sertifikasi aset tersebut, khususnya pada aset-aset milik PLN bagian Sulawesi Selatan. Pihak BPN Sulsel telah melakukan rapat kerja dengan melibatkan seluruh jajaran PT PLN Sulawesi.
Rapat kerja tersebut dihadiri General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Defiar Anis, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar Awaluddin Hafid, dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Selatan Bambang Priono.
“PLN senantiasa memperkuat sinergi dengan BPN untuk itu kami sangat mengapresiasi tindak lanjut yang dilakukan BPN Sulsel dalam rangka percepatan penyelesaian sertifikasi aset ini,” kata General Manager PLN UIP Sulawesi Defiar Anis, Kamis (14/10/2021) kemarin.
Menurut Anis, saat ini target pencapaian masih dianggap jauh, olehnya diharapkan pelaksanaan sertifikasi aset tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga target untuk mensertifikasi seluruh aset milik PT PLN Sulawesi dapat tercapai.
Kakanwil BPN Sulsel Bambang Priono mengatakan, ada 127 sertifikat aset yang akan dikeluarkan untuk seluruh aset-aset PT PLN Sulawesi. Antara lain, 28 sertifikat aset dari PLN UIP Sulawesi, 24 sertifikat aset PLN UIW Sulselrabar dan 75 sertifikat aset PLN UIKL Sulawesi.
“Rapat kerja dengan agenda Sinkronisasi Data Sertifikasi Aset PT. PLN (Persero) 2021 ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari hasil rapat monitoring dan evaluasi kegiatan sertifikasi aset,” katanya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini telah dilaksanakan sejak 8 Oktober 2021 lalu. Dengan begitu diharapkan kendala-kendala dalam penyelesaian sertifikasi aset PLN dapat teratasi.
“Tak hanya itu sinergi antara BPN dan PLN dalam penyelamatan aset milik negara terus diperkuat,” terangnya. (Rhy)
