REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Sebanyak 5.250 pelajar kembali menjadi target sasaran vaksinasi Covid-19 yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa dengan Kodim 1409 Gowa.
Pada pelaksanaan vaksinasi massal kali ini dilakukan di tujuh lokasi berbeda. Antara lain, SMA IT Al-Fityan, Kecamatan Somba Opu dengan target 300 pelajar, SMAN 8 Gowa, Kecamatan Bontomarannu dengan sasaran target 700 pelajar, kemudian di SMAN 21 Gowa, Kecamatan Pattallassang sebanyak 450 pelajar.
Selanjutnya di SMAN 6 Gowa, Kecamatan Parangloe dengan target 800 pelajar, SMK YPKK Limbung, Kecamatan Bajeng dengan target 800 orang, SMAN 3 Gowa, Kecamatan Bontonompo dengan target 850 orang, serta di Yayasan Yatama Pondok Pesantren Putri Khusus Yatim dan Duafa, Kecamatan Pallangga sebanyak 1.350 pelajar atau santri.
Danrem 141 Toddopuli Brigjen TNI Djashar Djamil mengatakan, serbuan vaksin yang dilakukan hari ini dibeberapa lokasi berbeda sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam mendorong cakupan vaksinasi.
“Kita memang sudah memiliki target bagaimana bisa kita lakukan secara masif, olehnya kita lakukan hampir setiap hari,” ungkapnya, Kamis (16/09/2021).
Ia mengatakan, vaksinasi yang dilakukan Kodim bersama Pemkab Gowa ini agar pelaksanaan sekolah tatap muka bisa dapat dilakukan secepatnya. Sebab berdasarkan instruksi pemerintah aktivitas masyarakat dapat segera dilakukan jika cakupan vaksinasi telah mencapai 70 persen, termasuk pada aktivitas belajar di sekolah.
“TNI tentu mendukung pemerintah pusat dan daerah untuk mencapai target vaksinasi 70 persen sehingga kami selaku bagian dari itu perlu untuk mensukseskan vaksinasi ini,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf Malaganni mengatakan, Pemkab Gowa saat ini memang sedang massif melakukan vaksinasi massal. Baik yang dilakukan di setiap kecamatan maupun bekerjasama dengan beberapa stakeholder salah satunya Kodim 1409 Gowa.
“Kita terus melakukan vaksinasi. Semua kita kerjasamakan seperti TNI, kepolisian, kejaksanaan dan organisasi-organisasi. Hari ini kita bekerjasama dengan TNI yang menyasar semua anak didik agar sekolah tatap muka bisa dilakukan yang tentunya dengan prokes ketat,” katanya.
Salah satu siswa di SMAN 6 Parangloe Siti Nurhalisa mengatakan, dirinya sudah sangat ingin sekolah tatap muka. Ia mengaku, selama pembelajaran daring dilakukan, beberapa mata pelajaran kurang diserap atau dipahami.
“Saya mau vaksin karena mau sekali mi mengikuti belajar tatap muka karena kalau sekolah daring lebih malas kerja tugas bahkan kadang cuman ikut absen tapi tidak ikut pembelajaran sehingga banyak yang tidak dimengerti serta kebanyakan materi tanpa penjelasan khususnya kimia yang paling susah dimengerti, ” jelas siswi kelas tiga ini. (Rhy)
