REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakrulloh secara resmi melantik tujuh komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel periode 2024-2027.
Prosesi pelantikan tersebut digelar di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Rabu (9/10/2024). Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, serta Sekprov Sulsel Jufri Rahman.
Mereka yang dilantik masing-masing Hamka, Irwan Ade Saputra, Abdi Rahmat, Marselius Gusti Palumpun, Nasruddin, Ahmad Kaimuddin Ombe, serta Poppy Trisnawati.
Pelantikan yang dilakukan Pj Gubernur Sulsel itu tak lepas dari terpenuhinya semua legalitas KPI, yakni Peraturan KPI Nomor 01/P/KPI/07/2014 Tentang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia.
Dimana seluruh tahapan yang dimulai sejak 2023 tersebut, mulai dari pembentukan Tim Seleksi (Timsel) sesuai ketentuan dari peraturan KPI tersebut.
Secara detail, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan memaparkan proses seleksi KPID yang tidak pernah keluar dari aturan yang ada.
“Nah, sekarang secara administratif DPRD telah mengirimkan tujuh nama, kemudian gubernur memproses secara administratif. Jadi ini ada teori hukumnya keputusan yang sifatnya deklaratorif. Keputusan yang sifatnya konstitutif sudah dilakukan oleh DPRD,” kata Prof Zudan dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa tak ada pilihan lain oleh gubernur selain melakukan pengesahan dan menerbitkan SK.
Untuk diketahui, tujuh komisioner KPID Sulsel yang dilantik tersebut berasal dari latar belakang yang beragam. Salah satunya adalah Ahmad Kaimuddin Ombe yang merupakan aktivis pro demokrasi (Prodem).
Akom, sapaan akrab Ahmad Kaimuddin Ombe mencetak sejarah sebagai keterwakilan aktivis pemuda yang duduk sebagai komisioner KPID Sulsel periode 2024-2027.
“Perjuangan masuk KPID Sulsel sungguh melewati proses yang panjang. Alhamdulillah hari ini kami telah dilantik,” kata Akom.
Selain itu, dari ketujuh komisioner tersebut, beberapa di antaranya adalah jurnalis. Ia adalah Nasruddin dan Gusti Palumpun.
Nasruddin tercatat pernah bekerja sebagai jurnalis di Celebes TV, hingga koran Go Cakrawala. Sementara Gusti dikenal sebagai pendiri salah satu media daring di Makassar. (*)
