Republiknews.co.id

Anggap Penutupan BKMM Makassar Sebagai Diskriminasi Warga Indonesia Timur, Pegawai Gelar Demo

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Para pegawai Balai Kesehatan Mata Makassar (BKMM) melakukan aksi unjukrasa Senin (11/11/2019).

Aksi unjukrasa yang digelar di kantor mereka yang berada di Jalan Wijaya Kusuma Makassar ini, sebagai bentuk penolakan mereka terhadap Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 60 tahun 2019. pasalnya dalam Permenkes tersebut yang mengatur tentang struktur organisasi dan tata kelola Rumah Sakit, disebutkan jika BKMM akan dialihkan ke RS. Tajuddin Chalid.

Menurut dr. Andira, dalam Permenkes tersbut terutama pada pasal 62 dan 66 secara jelas mengatur juga BKMM, akan dilebur masuk kerumah sakit Tajuddin Chalid.

Pasal 62 menyatakan bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi serta pengelolan keuangan, pegawai, perlengkapan, dan dokumen yang dilaksanakan oleh Balai Kesehatan Mata Makassar dialihkan ke RS Tajuddin Chalid dan  Pasal 66 Menyatakan Mencabut Peraturan Menteri Kesehatan Namor l65.Men16e5/PerDCII/ZQOS tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Kesehatan Mata Masyarakat.

“Pasal ini saya persepsikan jika BKMM sudah ditutup dan semua layanan dipindahkan di Rumah Sakit Tajuddin Chalid,” ujarnya.

Dia menilai jika kedua pasal tersebut, telah mendelegitimasi semua fungsi dan struktur yang ada di BKMM.  Karenanya, dia bersama para pegawai yang berada di BKMM menolak peraturan tersebut.

Penutupan BKMM Makassar dianggap sebagai wujud diskriminasi dalam pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat lndonesia Timur. Menurutnya Kebijakan lni Kontra produktif dengan Rencana strategi Nasional penanggulangan Gangguan penglihatan dan kebutaan, yang mana dalam  renstranas disebutkan bahwa upaya percepatan penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan dikembangkan melalui BKMM  Kebijakan untuk melikuidasi BKMM Makassar telah menghilangkan peluang Masyarakat Indonesia Timur untuk memiliki Rumah Sakit Khusus Mata, ini artinya akses masyarakat terhadapp pelayanan kesehatan mata terbatas.

Meski ada aksi unjukrasa, para pasien yang datang ke balai tersebut tetap dilayani seperti biasa. (Muh. Ahmad)

Exit mobile version