REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Dalam rangka mendukung pemerataan pembangunan di setiap wilayah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah daerah Kabupaten sinjai terus berupaya meningkatkan pembangunan sejumlah infrastruktur termasuk kecamatan Pulau Sembilan.
Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan untuk Kecamatan Pulau Sembilan tahun 2021 ini mencapai kisaran Rp 70 miliar lebih.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bappeda Sinjai Irwan Suaib, dalam acara Musrenbang Tingkat Kecamatan Pulau Sembilan di Aula Kantor Camat Pulau Sembilan, Jumat (05/03/2021) lalu.
“Anggaran Pembangunan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sinjai, APBD Provinsi Sulawesi Selatan maupun dari Pemerintah Pusat,” ucapnya.
Lanjut dikatakannya, Program fisik yang akan dilaksanakan diantaranya pembangunan Dermaga di Pulau Kambuno, Desa Pulau Harapan senilai Rp64 miliar, Dermaga Apung di Desa Buhung Pitue senilai Rp1,8 miliar, Pembangunan Tangki Septik skala individual minimal 54 KK dengan jumlah 92 unit di Desa Pulau Buhung Pitue senilai Rp644 juta, Pembangunan Tangki Septik skala individual minimal 50 KK dengan jumlah 132 unit di Desa Pulau Harapan dengan anggaran Rp924 juta.
Selain itu, beberapa bantuan di sektor perikanan seperti pengadaan mesin kapal dan sarana prasarana lainnya. Di bidang kesehatan berupa pengadaan alat kesehatan untuk Puskesmas dan Pustu yang ada di Pulau Sembilan, serta di bidang pendidikan berupa perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
“Bapak Bupati sudah menyampaikan, bahwa tahun berikutnya adalah bagaimana konsentrasi kita pada peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat salah satunya di sektor perikanan. Berbicara sektor ini tentu masyarakat di Pulau Sembilan harus diberdayakan dan kedepan akan ada anggaran khusus untuk masyarakat Pulau Sembilan,” ungkapnya.
Ditambahkan Irwan, Bupati Sinjai telah melakukan komunikasi dengan PLN Sulselrabar untuk rencana pembangunan jaringan listrik bawah laut bagi masyarakat Pulau Sembilan.
“Semoga secepatnya kita bisa lakukan MoU dengan PLN terkait rencana ini, sehingga di tahun 2022 mendatang sudah bisa kita alokasikan dan masukkan dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan,” kuncinya. (Anto)
