Republiknews.co.id

Antisipasi Kekurangan Pangan, Dinas TPH Gowa Dorong Produktivitas Pertanian

Kelompok tani di Kabupaten Gowa saat melakukan proses panen. Mengantisipasi terjadinya kekurangan pangan Pemkab Gowa mendorong peningkatan produktivitas pertanian. (Dok. Kelompok Tani Sikatutui, Desa Manjalling, Kecamatan Bajeng Barat)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Gowa terus mendorong bagaimana pihaknya mampu meningkatkan produktivitas pertanian.

Hal ini dilakukan sebagai langka tindaklanjut dari arahan Bupati Gowa Adnan Purictha Ichsan. Di mana meminta agar instansi terkait mengambil langkah antisipasi jika terjadi kekurangan pangan akibat dampak kemarau panjang yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Fajaruddin, beberapa langka yang akan dilakukan kedepannya untuk menjaga produktifitas hasil pertanian adalah mendorong petani untuk menanam varietas padi yang tahan terhadap kekeringan.

Salah satunya dengan menganjurkan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk mensosialisasikan kepada petani untuk memilih varietas padi yang tahan terhadap kekeringan seperti jenis Impari.

“Tentunya kita akan mendorong keterlibatan penyuluh pertanian bagaimana mereka bisa meningkatkan hasil produksi dari petani,” ungkapnya, Selasa (09/08/2022).

Selain itu, langkah lain yang akan dilakukan adalah memaksimalkan pompanisasi serta mensiagakan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).

“Selain itu, kami juga akan memaksimalkan penggunaan gudang yang ada untuk ketersedian stok beras dan mendorong pemilik Rice Milling Unit (RMU) untuk menyimpan hasil penggilingannya di tempat masing-masing,” tambahnya.

Fajar menyebutkan, produksi padi di 2020 lalu sebanyak 416.778 ton, sementara jagung sebanyak 296.846 ton. Sementara di 2021 produksi padi mengalami kenaikan sebanyak 423.480 ton dan jagung sebanyak 306.281.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurlyah Djamir mengatakan, untuk menjaga produktivitas hasil pertanian pihaknya juga mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Menurutnya, yang selama ini hanya dua kali panen, maka kedepannya akan di dorong agar bisa panen tiga kali bahkan empat kali dalam setahun.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mendorong petani untuk melakukan Asuransi Usaha Tanaman Padi atau AUTP, sehingga ketika di ada gagal panen bisa diganti biaya produksinya.

“Jadi ada peningkatan IP dari IP 2 menjadi IP 3. Kita sudah coba bikin demplot untuk IP 400 untuk tanaman empat kali seluas 50 Ha, di Bajeng 30 Ha dan Bajeng Barat 20 Ha. Kalau ini bisa, maka kami akan meminta kembali bibit genjah yaitu beni padi yang cepat masa panennya,” tambahnya.(*)

Exit mobile version