REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — ArtPro Exhibition bersama Indonesian Fashion Chember (IFC) Makassar akan kembali menggelar Trend Hijab Expo 2024 berkolaborasi Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MF).
Perhelatannya tahun ini pun sedikit berbeda dari sebelumnya sebab kali ini ArtPro dan IFC Makassar mendapat dukungan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan dalam perhelatan Pekan Ekonomi Syariah (Fesyar) 2024. Kegiatan ini akan semakin memberikan dukungan penuh pada perkembangan ekonomi melalui industri fashion, hingga mendorong pelaku UMKM menuju sertifikasi halal.
Event Director ArtPro Zulfikar mengatakan, Trend Hijab Expo – IN2MF Sulsel ini berlangsung lebih berbeda dari biasanya, sebab banyaknya pihak yang berkolaborasi dan ikut mendukung kegiatannya. Pameran fashion syariah ini akan berlangsung selama 10 hari atau sejak 23 Maret hingga 1 April 2024 di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar.
“Ada ratusan peserta yang terdiri dari puluhan Fashion desainer yang berasal dari berbagai kota di Indonesia,” katanya, di sela-sela Prescon Trend Hijab Expo 2024, di Claro Hotel Makassar, Rabu, (20/03/2024).
Berbagai kota tersebut antara lain Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya, Malang, Purwokerto, dan Semarang. Sementara khusus di Kota Makassar juga akan diikuti banyak peserta dari pelaku UMKM yang berasal dari mitra binaan BI Sulsel.
Pameran fashion syariah yang akan diramaikan dengan berbagai kegiatan ini pihaknya optimis menargetkan 6.000 pengunjung selama kegiatan. Jumlah pengunjung ini pun diyakini mampu mendorong transaksi sebesar Rp6 miliar.
“Disini ada banyak kegiatan, ada pameran fashion, ada juga pameran makanan halal, dan kegiatan lainnya yang akan mendukung transaksi yang besar. Ini tentunya akan membantu dalam pertumbuhan ekonomi kita, termasuk pelaku industri yang terlibat,” terang Zulfikar.
Sementara, Perwakilan IFC Makassar Lily Gunawan mengungkapkan, Trend Hijab Expo 2024 ini akan berada dalam satu wadah pagelaran Fesyar 2024 yang digelar BI Sulsel. Kolaborasi ini dalam rangka memajukan arah UMKM yang ada di Sulsel, hingga nantinya akan membangun perekonomian yang baik.
Lanjutnya, khusus di Trend Hijab Expo – IN2MF Sulsel akan melibatkan 15 member IFC dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. Keterlibatan mereka nantinya akan membawakan trend fashion syariah model-model terbaru untuk periode 2024-2025.
“Jadi disini kami akan menampilkan beberapa desainer dari luar kota sebagai acuan untuk para UMKM fashion di Makassar untuk belajar sembari mereka ikut memasarkan produknya. Sehingga bisa mereka belajar seperti apa perkembangan fashion yang ada,” ungkapnya.
Itu trend fashion yang diperkenalkan mulai dari modest, syar’i, etnik, hingga lainnya. Pameran produk-produk dari desainer ternama ini akan ditampilkan lewat fashion show yang berlangsung pada 23 hingga 26 Maret 2024. Kemudian pada 27 hingga 29 Maret 2024 akan diisi dengan fashion show untuk lomba dan fashion show weeding hijab.
“Setiap hari kita akan perkenalkan 20 desainer lewat fashion show yang ditampilkan di sesi siang dan sore dengan masing-masing 10 desainer atau sebanyak 120 baju yang akan ditampilkan dalam satu hari,” terang Lily.
Di pameran ini pula akan banyak brand-brand fashion dengan segmentasi pasar yang beragam. Pasar-pasar ini tentunya telah disesuaikan dengan pasar yang ada di Makassar
Di tempat yang sama, Marketing Communications Manager Claro Makassar Ricwan Wahyudi mengatakan, dalam Trend Hijab Expo – IN2MF Sulsel ini pihaknya juga akan terlibat dengan menawarkan beragam produk spesial hingga paket weeding yang ada di Phinisi Corner.
Di Phinisi Corner ini nantinya akan hadir seluruh hotel yang ada dibawah Phinisi Hospitality. Mulai dari Claro Makassar, Dalton Makassar, Almadera, Claro Hotel Kendari, dan The Rinda Makassar.
“Disini kami akan memberikan paket voucher kamar harga terjangkau atau mulai Rp400 ribu untuk hotel yang ada di bawah Phinisi Hospitality,” terangnya.
Kemudian, untuk paket weeding yang akan ditawarkan yakni bagi pengunjung yang melakukan pembelian paket weeding di lokasi kegiatan akan mendapatkan diskon up to 10 persen.
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, Pekan Ekonomi Syariah (Fesyar) Sulawesi Selatan 2024 akan diramaikan dengan empat kegiatan utama. Pertama, Syariah Fair yang dibuka pada 23 Maret 2024 atau yang pelaksanaan Trend Hijab Expo – IN2MF Sulsel.
Kedua, Syariah Forum, dalam kegiatan ini akan digelar sejumlah talkshow. Mulai dari Talkshow Urgensi Sertifikasi Halal dan Giat Sulsel Sertifikasi Halal pada Rabu, 27 Maret 2024, kemudian Talkshow Manfaat Produk Keuangan Syariah, dan Talkshow Potensi dan Manfaat Implementasi Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Khas) yang berlangsung pada Kamis, 28 Maret 2024.
“Kegiatan ekonomi syariah harus didukung, sebab kondisi saat ini memberikan peluang yang besar kepada pelaku ekonomi syariah untuk Go Global yang dinilai dapat mendukung ekonomi nasional. Seperti pada keberadaan kain Wastra yang dinilai memiliki potensi besar saat ini dalam menembus pasar global,” katanya.
Kemudian di level global, Indonesia berada pada peringkat ketiga untuk modest fashion setelah Turki dan Malaysia. Ini pun akan menjadi peluang bagi Indonesia dalam mengembangkan sektor tersebut.
“Tak terkecuali pada kondisi halal food yang saat ini sudah berada para rangking kedua global. Makanya Fesyar ini menjadi wadah bagi pelaku usaha ekonomi syariah di Sulsel, karena bisa meningkatkan kapasitas usaha, termasuk dalam mendapatkan sertifikat halal,” ujarnya.
Lanjut Rizki, untuk kegitan ketiga yang akan mewarnai Fesyar 2024 ini yakni berbagai macam lomba. Seperti, Lomba Desain Busana Muslimah, Lomba Kaligrafi, Lomba Marawis, Lomba Video Dakwah, dan Lomba Video Tari Islami.
“Rangkaian kegiatan lainnya atau yang keempat adalah berbagai kegiatan hiburan untuk pengunjung,” katanya.
Ia berharap, Fesyar 2024 dapat menjadi katalisator dari pengembangan halal food dan beverange serta modest fashion.
“Semoga kegiatan ini bisa memperkuat branding modest fashion Indonesia, khusus di Sulsel dan meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah, serta meningkatkan kapasitas para pelaku usaha di Sulsel,” harapnya.
