0%
logo header
Jumat, 12 Juni 2020 20:49

Ayo Kenali Bahaya dari Kandungan BPA bagi Kesehatan

La Saddam
Editor : La Saddam
Ayo Kenali Bahaya dari Kandungan BPA bagi Kesehatan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam kehidupan sehari-hari, istilah BPA mungkin tidak asing di telinga kita. Misalnya, bagi seorang ibu yang memiliki balita, pasti kerap menemukan klaim BPA Free atau bebas kandungan BPA dari suatu produk bayi. Lantas, apa sebenarnya BPA itu? Mengapa ada klaim BPA Free?

Menurut penjelasan dari situs resmi Mayo Clinic (https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/bpa/faq-20058331), BPA atau Bisphenol-A merupakan salah satu zat kimia industri. Biasanya BPA digunakan untuk produksi plastik dan resin. Zat kimia tersebut memiliki sifat beracun dan terindikasi dapat menyebabkan penyakit kanker.

Untuk itu, sering muncul imbauan untuk tidak memanaskan makanan menggunakan wadah plastik yang mengandung BPA. Apabila hal itu terjadi, proses tersebut menyebabkan sejumlah zat kimia dari kemasan akan terlepas dan masuk ke dalam makanan. Jadi, sekarang sudah paham kan kenapa ada klaim BPA Free?

Baca Juga : Pemkab Gowa Terima Opini WTP dari BPK RI, Capaian Ke-14 Kalinya

Berdasarkan situs khusus yang membahas BPA, yakni Facts About BPA (factsaboutbpa.org/benefits-applications/why-bpa), kandungan BPA ini dapat ditemukan di beberapa benda, antara lain:

1. Kemasan plastik. BPA bisa terkandung dalam botol minuman, tempat makan, wadah penyimpan makanan dan lainnya. Setiap kemasan plastik memiliki kode resin berbentuk segitiga bernomor di bawah kemasan. BPA biasanya ditemukan dalam plastik berjenis Polyvinyl Chloride (Kode Resin 3) dan Polycarbonate (Kode Resin 7). Jika Anda memiliki kemasan plastik berkode tersebut, Anda bisa lebih berhati-hati dalam menggunakannya. Agar lebih aman dan terhindar dari BPA, Anda bisa mulai mencari produk berlabel BPA Free atau Food Grade.

2. Kemasan kaleng. Bagi Anda yang sering mengkonsumsi makanan kaleng, ternyata BPA pun dapat ditemukan di kemasan tersebut. Hal ini bisa saja terjadi karena BPA dapat menempel pada lapisan epoksi. Lapisan epoksi sendiri banyak digunakan untuk produk makanan kaleng.

Baca Juga : Satpol PP Gowa Diminta Jaga Keamanan Daerah dari Geng Motor dan Peredaran Narkoba

3. Mainan anak. Anak-anak biasanya tertarik dengan mainan berwarna yang memiliki beragam bentuk. Meski berwujud mainan, bukan berarti BPA tidak lepas dari bahan plastiknya. Oleh karena itu, pilihlah mainan yang aman untuk anak, terutama jika mainan tersebut bisa masuk ke dalam mulut.

Apa saja bahaya yang ditimbulkan oleh BPA?

Studi baru bersumber dari Washington State University yang dimuat di situs Science Daily (https://www.sciencedaily.com/releases/2019/12/191205183417.htm), BPA yang masuk ke dalam tubuh berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma bahkan mengubah fungsi imunitas tubuh. Tak hanya itu, BPA juga berdampak pada peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, kelainan organ hati dan gangguan perilaku pada anak kecil. Inilah mengapa banyak produk bayi yang memberikan klaim bahwa produk mereka bebas dari BPA.

Baca Juga : Dalami Sejarah Kerajaan Gowa, Pelajar SMPN Ikut Kajian Koleksi Museum Balla Lompoa

Setelah mengetahui hal-hal penting terkait BPA, kini kita bisa menerapkan berbagai cara untuk menghindarinya. Mencegah BPA dapat dilakukan sedini mungkin mulai dari memperhatikan kode resin plastik yang akan digunakan sebagai kemasan, menggunakan kemasan plastik dalam kurun waktu tertentu dan tidak memanaskan makanan di dalam kemasan plastik. (Asm)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646