Republiknews.co.id

Badan Pertanahan Ekspos Potensi Penyerapan Lapangan Kerja Baru di Sinjai

Ekspos hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait pendampingan usaha di Desa lamatti Rilau, Kecamatan Bulupoddo dihadapan Organisasi Perangkat Daerah dan Perbankan, Rabu (06/10/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Kantor Pertanahan Kabupaten Sinjai menggelar ekspos hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait pendampingan usaha di Desa lamatti Rilau, Kecamatan Bulupoddo dihadapan Organisasi Perangkat Daerah dan Perbankan.

Dalam Ekspos yang dilakukan oleh Field Staf  tersebut untuk pemetaan dan merumuskan potensi pengembangan usaha dalam mengeksplor jenis usaha dan yang bisa dikembangkan oleh warga dengan mengikut sertakan instansi terkait dan perbankan dalam kegiatan pemberdayaan tersebut.

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Kantor Pertanahan dihadiri Dinas PUPR, Ketenagakerjaan dan UMKM, PTSP, TPHP, Pertanian, Peternakan dan Perbankan yang ada di kabupaten Sinjai.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sinjai, Anwar K mengungkapkan, pemberdayaan masyarakat merupakan program kementerian ATR/BPN untuk memberikan akses kepada pelaku usaha rumah tangga yang bisa dikembangkan oleh masyarakat.

Dalam jangka 7 bulan lamanya,  Field Staf atau tim pendamping dari kantor  Pertanahan Sinjai telah melakukan pendataan dan pemetaan masyarakat di desa lamatti Riaja untuk mengetahui potensi usaha yang bisa dikembangkan di desa tersebut.

“Alhasil, sebanyak 400 kepala keluarga memiliki potensi usaha yang dapat dikembangkan di desa tersebut. Diantaranya, usaha peternakan, pertanian,  pengemasan produk kue, pandai besi dan pengelolaan pupuk dan pakan ternak,” ucapannya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (06/10/2021).

Selain itu, Kata Koordinator Field Staf Nurhidayah, dari 400 kepala keluarga yang memiliki potensi usaha, sudah puluhan Kepala Keluarga yang telah mengagunkan sertifikat tanah untuk dijadikan modal usaha.

“Sekitar 20 kepala keluarga yang telah mengagungkan sertifikat tanah untuk dijadikan modal usaha dibidang usaha peternakan. Dan nominal pengambilan Dana tersebut sekitar Rp 50 juta untuk dijadikan modal usaha,” jelasnya.

Dari hasil pendampingan, menurut Anwar, desa lamatti Riaja mempunyai potensi usaha yang cukup menjanjikan khususnya pada sektor peternakan, pandai besi. Sehingga, beberapa Stekholder yang berkaitan dengan hal tersebut kita undang untuk hadir dan agar ditindaklanjuti demi keberlangsungan pengembangan usaha dan bisa memberi  lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya.

“Program ini kita sandingka dengan visi misi bapak bupati sinjai, dengan membuka lapangan kerja baru, menggeliakkan ekonomi masyarakat desa dan penyerapan tenaga kerja di Sinjai,” kuncinya. (Anto)

Exit mobile version