REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari menyatakan berbagai program pemerintah pusat, khususnya di sektor perikanan dan pertanian, berdampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Barru.
Hal tersebut disampaikan Andi Ina saat ditemui di kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu program strategis yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat pesisir adalah Program Kampung Nelayan. Program ini dirancang untuk mendorong perputaran ekonomi di kalangan warga yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
“Intinya bagaimana ekonomi bisa berputar dan berjalan di masyarakat nelayan. Dibuatkan kampung nelayan lengkap dengan dermaga, tambatan perahu, dermaga tambak, pabrik es, hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Ini luar biasa dan sangat membantu,” ujar Andi Ina.
Selain perikanan, sektor pertanian juga menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Andi Ina menyebut dukungan Presiden melalui Kementerian Pertanian sangat dirasakan petani Barru, terutama melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, bibit unggul, serta program intensifikasi tanam hingga tiga kali setahun.
“Sekarang tidak ada lagi keluhan pupuk sulit didapat seperti dulu. Bibit padi juga sangat bagus, dan program tiga kali tanam ini betul-betul membantu petani,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Sulsel itu memaparkan bahwa, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, luas tambah tanam di Kabupaten Barru meningkat signifikan. Dari luas lahan sawah sekitar 15 ribu hektare, total luas tanam mencapai 36 ribu hektare berkat penerapan pola tanam tiga kali setahun.
Capaian tersebut melampaui target nasional yang ditetapkan sebesar 31,42 ribu hektare. Produksi gabah pun mengalami peningkatan sebesar 19,63 persen. Pada 2024, produksi gabah tercatat 136.622 ton, sementara pada 2025 meningkat menjadi 163.440 ton.
“Ini melampaui target nasional. Kalau hanya satu kali tanam, tidak mungkin mencapai angka seperti ini. Semua diatur, mulai dari irigasi, waktu tanam, hingga dukungan alsintan dari pusat,” jelasnya.
Andi Ina juga menyinggung sektor pariwisata juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, ia menegaskan perlunya dukungan investor karena keterbatasan kemampuan daerah dalam pembiayaan.
“Tidak bisa kalau hanya mengandalkan dana pribadi atau daerah. Harus ada kerja sama dengan pihak ketiga,” tutupnya. (*)
