REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhan Batu, Andi Suhaimi S. Dalimunte, bersama seluruh tim dari beberapa dinas berkunjung ke Kota Makassar untuk belajar mengenai program inovasi Lorong KB yang menjadi cikal bakal terbentuknya program nasional Kampung KB oleh bapak presiden RI, Ir.Joko Widodo.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Plt Sekda Kota Makassar, Andi Naisa M, Kes, di ruang Sipakalebbi Lantai 2 Balaikota Makassar, Selasa (25/09/2018) kemarin.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Makassar mengatakan bahwa ada 7000 lebih lorong di kota Makassar dan telah dibina sekitar 60% dari jumlah lorong yang ada. Diantara dinas yang mengelola lorong itu adalah Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar yang menyebar di seluruh kecamatan yang ada dikota Makassar.
“Alhamdulillah dari seluruh lorong yang ada di Kota Makassar saat ini, sudah sekitar 60 peraen yang dibina oleh pemerintah Kota Makassar, kami melibatkan seluruh SKPD untuk turun langsung berpartisipasi dalam pembinaan ini, namun sebagai SKPD yang membidangi ini Dinas Pengendalian Penduduk dan KB yang paling ambil peran dalam pembinaannya,” kata Naisah.
Usai diterima di Balaikota, Andi Suhaimi S. Dalimunte, bersama rombongan melanjutkan kunjungan di salah satu Lorong KB, yaitu Lorong KB Kelurahan Pannampu Kecamatan Tallo Kota Makassar. Lorong ini akan menjadi cikal bakal lahirnya program Nasional Kampung KB.
Dalam kunjungan ini PLT Bupati Labuhan Batu bersama Tim melihat kegiatan-kegiatan yang ada di lorong KB, diantaranya pembinaan Kelompok tribina dan UPPKS.
“Hari ini kami melakukan kunjungan ke Kota Makassar bersama Dinas PPKB ini tidak lain adalah untuk berkunjung ke sejumlah kampung KB. Ini sangat luar biasa karena Kota Makassar menjadi rujukan untuk program Nasional Kampung KB,” ungkapnya.
Keluarga Berencana atau yang lebih dikenal dengan singkatan KB merupakan salah satu program pemerintah untuk menahan populasi semakin melunjak di Nusantara. Program tersebut berhasil untuk mencegah menunjaknya populasi di seluruh pelosok di Nusantara.
Ia menambahkan bahwa banyak hal menarik yang disampaikan dari Kepala Dinasnya, apalagi dia seorang perempuan.
“Semoga ini bisa menjadi masukan untuk daerah-daerah lain di Indonesia dan Labuan Batu khususnya, untuk menambah ilmu mengenai pencanangan kampung KB kedepannya,” tutupnya. (rls)