Berjibaku, Adu Strategi Hotel Dimasa Pandemic Covid 19

  • Bagikan

REPUBLIKNEWS.CO.ID,MAKASSAR- Meski hotel sudah diizinkan beroperasi kembali, namun bukan berarti bisnis hotel sudah bisa berjalan normal.  Bahkan tingkat hunian hotel belum banyak mengalami perubahan yang menggembirakan. Bahkan beberapa hotel hanya mengandalkan event dan acara-acara meski dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.


Meski demikian pihak hotel tidak patah semangat untuk memulihkan bisnis perhotelan, dengan berbagai strategi dan tips untuk menarik masyarakat.


Mimi Suratmy Marcomm Swisbell hotel Panakukang mengakui beratnya meningkatkan okupansi hotel selama pandemic covid 19.


“apalagi sempat tutup beberapa bulan, ini menjadi tantangan tersendiri untuk mencari peluang yang ada,” ujarnya Rabu (3/2/2021)


Mimi bersyukur meski sempat tutup, namun pihak management perusahaan  tetap mensupport para karyawan dengan tidak ada PHK dan membayarkan hak mereka.  Selain itu pemerintah juga memberikan izin bagi hotel untuk beroperasi.

” bersyukur kita bisa beroperasi meski dengan protokes yang sangat ketat, tapi bukan masalah karena untuk keselamatan bersama,” tegasnya.
Bahkan menurut Mimi, Protokol kesehatan menjadi jualannya kepada para customer. Baginya memberikan rasa aman dan nyaman bagi customer adalah yang pertama dan utama.

Karenanya di Swissbell sangat memperketat protokol kesehatan, mulai dari 3M, mengukur suhu dan ruangan yang sudah disterilkan.

“yang gencar  kita promosikan itu protekes yang kita miliki baik dari peralatan maupun sistem yang ada, sehingga para tamu merasa aman dan nyaman, karena itu yang utama dan pertama,” tuturnya. Selain itu pihak juga pihaknya gencar mempromosikan paket harga yang ada dengan memberikan harga khusus,terutama untuk event dan wedding. Selain itu juga menghadirkan menu-menu terbaru dengan harga terjangkau.  Misalnya untuk promo menu khusus yakni nasi campur bali dengan harga yang pas dikantong.

Nasi campur yang kemas dalam tumpeng, dan urap serta rempah bawang khas bali.

untuk promo menu khusus di Februari kita ada 2 varian yakni noodle dan nasi campur bali,dan soal harga cukup murahlah,” ujarnya.

Mimi berharap dengan adanya vaksin untuk covid 19, ekonomi bisa segera membaik.

  • Bagikan