Berprestasi di Era Digital

  • Bagikan
webinar siberkreasi bersama kemenifo pemasaean digital ala k pop

REPUBLIKNEWS.CO.ID,TAKALAR – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 September 2021 di Takalar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Keterampilan Digital Wajib Punya di Masa Pandemi”.

Program kali ini diikuti 498 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari dosen Komunikasi Universitas Dr. Soetomo, Zulaikha; pemengaruh, Atika Abidin; pengusaha dan Digital & Communication Marketing,Hasrul Abdul Azis; serta praktisi media dan Digital Trainer, Steven Sondakh. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Jihan Novita. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berikutnya, hadir Zulaikha sebagai pemateri pembuka yang membawakan tema “Berkemampuan Digital atau Tertinggal?”. Zulaikha mengatakan bahwa yang perlu dimiliki pertama adalah pola pikir digital. Apakah kemampuan yang dimiliki masih berdaya jual di era digital, siapa mitra yang bisa diajak kerja sama, dan sejauh apa kita ingin berkembang dari prestasi saat ini. “Adaptasi adalah kunci di dunia digital, meliputi berpikiran terbuka, mau keluar dari zona nyaman, punya semangat belajar, dan tidak bawa perasaan,” katanya.

Berikutnya, Atika Abidin menyampaikan materi berjudul “Infodemik”. Atika mengingatkan, infodemik adalah terminologi baru yang hadir selama keadaan darurat kesehatan berupa informasi yang salah, disinformasi, dan rumor. Dampaknya bisa fatal hingga menghilangkan nyawa manusia. “Cara mengetahui informasi itu infodemik atau tidak, pertama cek sumbernya dan jangan hanya baca judul. Terakhir, periksa tanggal informasi yang diterima,” jelasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Hasrul Abdul Azis membawakan tema tentang “Digital Culture: Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Hasrul memaparkan tentang perniagaan di dunia digital dan tips sebelum melakukan transaksi di lokapasar. Dia juga menjabarkan tentang kemudahan berbelanja lewat internet, tips membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta cara mengatur keuangan.

Adapun sebagai pemateri pemungkas, Steven Sondakh menyampaikan tema mengenai “Digital Safety: Pilihan Investasi yang Aman dan Menguntungkan Selama Masa Pandemi Covid-19”. Beberapa keuntungan investasi daring yakni lebih nyaman, informasi selalu diperbarui, dapat dicek secara berkala, informasi jelas dan transparan, serta transfer lebih cepat dan praktis. Jenis-jenisnya meliputi reksa dana, emas, P2P Lending, obligasi negara ritel, saham, dan forex. “Yang harus diperhatikan saat investasi daring yakni memilih investasi yang tepat, memilih broker yang kredibel, dan memahami skemanya,” tegasnya.

Selanjutnya, Jihan Novita selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

  • Bagikan