0%
logo header
Selasa, 21 Juni 2022 00:20

Bertahan Tanpa Batas, LPM Jelaga Ingin Regenerasi Lebih Kritis Dalam Dunia Jurnalistik

Latihan Dasar (Latdas) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Jelaga STMIK Indonesia Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Istimewa)
Latihan Dasar (Latdas) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Jelaga STMIK Indonesia Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANJARMASIN — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Jelaga STMIK Indonesia menggelar latihan dasar (Latdas) kepada keempat anggota baru di Rumah Alam Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pimpinan Umum LPM Jelaga, Riski Melinda menyampaikan bahwa tujuan adanya latdas ini, yaitu menumbuhkan kembali regenerasi keanggotaan LPM Jelaga yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Tentu, regenerasi selanjutnya dapat mengisi kepengurusan LPM Jelaga. Khususnya kepada anggota baru, bisa menumbuhkan kembali minat jurnalistiknya,” ucap Riski Melinda atau kerap disapa Kimel kepada Republiknews.co.id, Senin (20/6/2022).

Baca Juga : Lapas Narkotika Samarinda Gelar Razia Dadakan, Temukan Ini di Kamar Napi

Kimel menyampaikan, ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam latdas ini yakni Riyad Dafhi, Jurnalis Apahabar.com mengisi materi dasar-dasar jurnalistik, beserta kaidah dan teknik wawancara. Narasumber kedua, kata dia, adalah rekan organisasinya di Duta Damai Kalsel yang bergerak dalam bidang kampanye, mengisi pelatihan opini dan artikel.

“Ketiga, ada pelatihan menulis puisi yang disampaikan oleh M Rahim Arza, Komite Sastra Dewan Kesenian,” ucapnya

Dalam prosesnya nanti, kata Kimel, ketika mereka sudah memperoleh pengetahuan ihwal jurnalistik maka para anggota dapat mengimplementasikannya ke lapangan, terlebih di kampus STMIK Indonesia Banjarmasin. Dengan ini, dia ingin membawa LPM Jelaga lebih aktif lagi sebagai terobosan baru dalam corong informasi ke depannya.

Baca Juga : Ratusan Warga Samarinda Ramaikan Fashion Week di Objek Wisata Citra Niaga

“Sementara untuk anggota baru, ada lima yang bergabung. Satu tidak hadir hari ini, dan pengurus berjumlah 12 orang yang aktif,” ujarnya.

Halangannya, kata Kimel, beberapa pengurusnya sudah pulang kampung yaitu pulkam masing-masing ke daerahnya, dan sebagian lagi ada yang sibuk. Dengan kondisi yang terbatas, dia ingin tetap menghidupkan keorganisasian yang telah lama dibangun oleh para seniornya.

“LPM Jelaga ini dirintis sejak 3 Maret 2011, sudah 11 tahun berdiri. Sayang dibiarkan, apalagi vakum,” cerita Kimel.

Baca Juga : Resmi Dilantik, Pengurus Tidar Samarinda Siap Menangkan Prabowo Jadi Presiden Dengan Cara Gaet Millenial

Saat ini, Kimel hanya fokus terhadap pengkaderan LPM Jelaga dan kegiatan-kegiatan selanjutnya, demi menciptakan kader anggota yang aktif, serta paham dalam menjalankan kerja jurnalistik.

“Bagi yang ingin bergabung, kami mempersilahkan selagi dalam masa pelatihan dasar. Apabila sudah ke tahap pelatihan lapangan, maka kita setop rekrutmen ini. Jadi, kami masih menerima selama latihan di ruangan,” ungkap Kimel.

Terhadap Jelaga, Kimel menyebut ada prinsip yang mesti dijaga hingga saat ini bertahan. Bersama pengurus lainnya, dia terus mengupayakan agar tumbuh bareng dalam membangun organisasi yang telah dirintisnya ini.

Baca Juga : Tak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun di Samarinda Tenggelam Saat Loncat di Sungai Mahakam

“Prinsip di Jelaga itu, ada salam KTP (Kesetian, totalitas dan persaudaraan). Dan yang bertahan itu karena setia, serta mampu menjalankannya,” ungkap Kimel tersenyum.

Adapun Fitri, Sekretaris LPM Jelaga mengharapkan kepada anggota LPM Jelaga nantinya bisa lebih kritis lagi daripada sebelumnya. Dia bilang, Jelaga perlu orang-orang yang mampu menyuarakan kekritisannya, terlebih peka terhadap kampusnya sendiri.

“Kami ingin, teman-teman Jelaga nantinya bisa mengkritisi kondisi kampusnya. Mengkritisi kampus itu kami terakhir ditahun 2019 lalu,” ujarnya.

Baca Juga : Tak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun di Samarinda Tenggelam Saat Loncat di Sungai Mahakam

Sehingga membuat Fitri dan Kimel bertahan, karena mendapat amanah dari pendiri LPM Jelaga untuk membangun organisasi yang dicintainya tersebut. Kata Fitri, mereka memiliki slogan yang merupakan semangat dalam menjalankan organisasi ini.

“Sesuai apa yang disampaikan Kimel, kenapa kita masih bertahan untuk LPM Jelaga. Kita memiliki semboyan, yaitu bertahan tanpa batas,” pungkasnya.

Penulis : Rahim Arza
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646