0%
logo header
Selasa, 08 Maret 2022 07:34

BI Dorong Penggunaan QRIS di Pasar Tradisional dan Mall di Sulsel

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
QRIS (Ilustrasi)
QRIS (Ilustrasi)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Dalam rangka meningkatkan sistem transaksi digital melalui penggunaan proses pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Selatan mencanangkan program Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai QRIS (SIAP QRIS) di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan atau mall.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Causa Iman Karana mengatakan, program SIAP QRIS ini ditargetkan akan menyasar 30 pasar tradisional di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

“Yang kita canangkan ini untuk melanjutkan kesuksesan program SIAP QRIS pada 2021lalu,” katanya di sela-sela Kick Off Program SIAP QRIS Pasar dan Mall Tahun 2022 yang dikemas dalam kegiatan Ngopi Bareng Obrolin Digitalisasi (Obor Digitalisasi), Senin (07/03/2022).

Baca Juga : Mercure Hotel Makassar Gelar Kompetisi Futsal, Siapkan Hadiah Jutaan Rupiah

Causa Iman mengungkapkan, dalam implementasi kebijakan sistem pembayaran menggunakan QRIS, Bank Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dengan mengusung program SIAP QRIS ini. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penggunaan QRIS secara nasional demi terciptanya ekosistem digital.

Apalagi di 2022 ini, Bank Indonesia menargetkan 15 juta pengguna QRIS secara nasional dengan berharap program SIAP QRIS di pasar tradisional dan mall dapat membantu dalam hal realisasi target.

“Kami optimistis dengan dukungan seluruh pihak penggunaan sistem pembayaran QRIS ini dapat terus meluas. Termasuk, berupaya memaksimalkan peningkatan pengguna QRIS terutama pada penduduk dewasa,” sebutnya.

Baca Juga : Mahasiswa Papua di Makassar Dukung Rencana Pemekaran Papua Selatan

Menurut Causa, QRIS sebagai salah satu sistem kanal pembayaran digital sangat membantu penggunanya. Misalnya pada metode pembayaran QRIS sangat terjamin keamanan dan perlindungannya karena diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Tak hanya itu transaksi pembayaran juga menjadi cepat, mudah, murah, dan efisien tanpa uang kembalian. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, sebab sistem transaksi pembayaran menjadi lebih higienis karena bisa dilakukan tanpa kontak fisik.

“Sehingga ini sangat membantu bagi masyarakat yang sedang berbelanja di pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan mall,” terangnya.

Baca Juga : Cepat Tanggap, DPD RI Buka Posko Pengaduan Nasabah Korban Jiwasraya di Sulsel

Sementara, bagi para pelaku usaha atau pedagang, cukup memiliki satu QR code saja untuk menerima transaksi pembayaran. Di mana transaksi keuangan langsung tercatat, bahkan terbebas dari risiko uang palsu.

“Transaksi bisnis juga berpotensi naik karena adanya kemudahan metode pembayaran,” jelasnya.

Tak hanya itu penggunaan QRIS juga sangat membantu dalam Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD). Mulai pada sistem pembayaran pajak dan retribusi, mendukung digitalisasi perdagangan dan investasi, serta menjaga stabilitas makro ekonomi dengan memperluas penyelesaian transaksi menggunakan mata uang lokal.

Baca Juga : Tim Thunder Presisi Bekuk Dua Pemuda Membawa Sabu di Jalan Dangkot Makassar

“Penggunaan metode pembayaran dengan QRIS ini telah kita luncurkan pada 17 Agustus 2019 sebagai salah satu kenal pembayaran non tunai. Hal ini sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) pada 2025 mendatang dalam rangka mempercepat digitalisasi,” tegas Causa Iman Karana.

Saat ini tercatat sekitar 522.694 merchants QRIS atau tumbuh sebesar 172 persen pada year of year (yoy). Dari jumlah tersebut sekitar 38 Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Bank dan Lembaga Selain Bank (LSB) yang memberikan layanan dan memfasilitasi pendaftaran QRIS di Sulawesi Selatan.

Penulis : Chaerani
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646