BMC Sebut Kredit Fiktif Bank SulselBar Bulukumba Rp 25 Miliar Dinikmati Satu Kantor

0
Bank SulselBar.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Direktur Bulukumba Monitoring Center (BMC), Firman Gani menyebut bahwa kasus kredit fiktif sebesar Rp 25 miliar yang terjadi di Bank Sulselbar Kabupaten Bulukumba menuai banyak kejanggalan.

Firman Gani bahkan dengan lantang menyebutkan jika sistem perbankan dan keamanan dana nasabah di Bank Sulselbar Bulukumba sangat buruk.

“Sistem Bank Sulselbar ternyata sangat bobrok! Selama 5 tahun bank plat merah ini sengaja meloloskan kredit fiktif,” ujar Firman Gani.

Lanjut dia mengatakan, kredit fiktif yang telah terjadi sejak 2016 didalam tubuh Bank Sulselbar Bulukumba ini seharusnya menyeret lebih dari satu tersangka.

“Ini pekerjaan banyak orang, orang awam pun tahu seberapa ribetnya proses pengambilan kredit di Bank Sulselbar, jadi tidak masuk akal kalau cuma 1 orang tersangka,” tambahnya.

Direktur BMC ini pun dengan tegas menyebutkan jika kredit fiktif Rp 25 miliar selama 5 tahun, dinikmati oleh para pegawai di Bank Sulselbar Bulukumba.

“Kalau target kredit tercapai maka otomatis ada bonus, bonus itu diberikan kepada Pimpinan Cabang sampai Teller dan selama 5 tahun ini target selalu tercapai artinya kredit fiktif 25 miliar dinikmati satu kantor melalui pembagian bonus,” jelas Firman Gani.

Kinerja auditor pun turut menjadi sorotan Firman Gani, menurutnya tim auditor Bank Sulselbar Bulukumba selama 5 tahun sengaja membiarkan kredit fiktif dijalankan.

“Auditor kemana selama 5 tahun? Kerjanya mereka ini apa selama 5 tahun? Masa iya dengan jumlah kredit fiktif sebesar Rp 25 miliar tidak ketahuan, auditor seperti sengaja membiar kredit fiktif ini dijalankan dari tahun ke tahun,” pungkas Firman.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank SulselBar Bulukumba terkait kasus ini, awak media yang berusaha mengkonfirmasi baik via telpon dan pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan dari pihak Bank SulselBar Bulukumba.

Sekedar diketahui, kasus dugaan kredit fiktif ini tengah bergulir di Kejaksaan Tinggi (Kejati) SulselBar, dan telah menjerat dan menetapkan satu orang tersangka berinisial MR.

MR ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan Nomor: 32/P.4.5/Fd.1/04/2021 tertanggal 08 April 2021 oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

MR ditetapkan tersangka atas dugaan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait pemberian Kredit Usaha Mandiri (KUM) dan Kredit Usaha Lainnya (KUL) secara fiktif oleh Bank SulSelBar Cabang Utama Bulukumba dari tahun 2016 sampai dengan 2021. (Arnas)

Tinggalkan Balasan