REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAKATOBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat adanya penurunan angka pengangguran di Wakatobi pada tahun 2022 ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Wakatobi, La Ode Ikhsanuddin Hamid lewat Kordinator Fungsi Statistik Sosial Sudarmini memaparkan, tingkat pengangguran terbuka di Wakatobi mengalami penurunan di tahun 2020 sebesar 4,18 persen dan 2,3 persen di tahun 2021.
Selanjutnya untuk kondisi ketenagakerjaan di Wakatobi jika dilihat dari penduduk usia kerja mengalami peningkatan dari tahun 2020 sejumlah 74.195 jiwa menjadi 74.815 jiwa ditahun 2021. Sementara angkatan kerja juga mengalami peningkatan tahun 2020 sejumlah 50.507 jiwa menjadi 52.844 jiwa ditahun 2021.
Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini mengungkapkan, pelaksanaan Sakernas dilakukan dua kali dalam setahun. Yaitu pada bulan Februari (Estimasi sampai tingkat Provinsi) dan Agustus (Estimasi sampai tingkat Kabupaten).
“Tujuan secara umum yaitu untuk menyediakan data pokok ketenagakerjaan secara berkesinambungan. Sedangkan tujuan secara khusus yaitu, memperoleh estimasi data penduduk bekerja dan pengangguran, indikator tenaga kerja lainnya serta perkembangannya di tingkat nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota,” jelasnya di sela-sela pelatihan petugas Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) di Aula Vila Nadila, Kecamatan Wangiwangi, Kamis (21/7/2022) kemarin.
Selain itu Sakernas juga dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait dampak Covid-19 terhadap ketenagakerjaan nasional.
“Data yang dikumpulkan antara lain, identitas anggota rumah tangga, pendidikan, pekerjaan dan pengalaman kerja,” terangnya.
Kata Sudarmini, sejumlah tahapan kegiatan lapangan antara lain pemutakhiran wilayah sampel, penarikan sampel, pendataan rumah tangga sampel.
“Melibatkan 23 orang petugas, dengan jumlah sampel 440 rumah tangga yang waktu pelaksanaannya mulai 1-31 Agustus 2022,” pungkasnya.
