REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Di awal 2023, The Palace Jeweler kembali membuka gerai terbarunya di Living World Alam Sutera, Tanggerang Selatan. Gerai yang dibuka ini merupakan retail perhiasan ke-45 yang ada di berbagai daerah di Indonesia.
The Palace Jeweler merupakan ritel perhiasan dibawah naungan Central Mega Kencana (CMK). Pada pembukaan gerai barunya tersebut menawarkan konsep baru dan berbeda dari gerai yang ada pada umumnya yakni lifestyle jewelry & cafe. Dimana pengunjung yang datang di gerai tersebut dapat berbelanja perhiasan, dan menikmati suasana cafe.
“Di gerai yang dibuka ini The Palace Jeweler menggandeng merk retail F&B ternama di Indonesia yakni Bakerzin. Perpaduan ini untuk memberikan pengunjung kenyamanan dan aksesibilitas yang mudah,” General Manager The Palace Jeweler Jelita Setifa, dalam keterangannya, kemarin.
The Palace Jeweler-Cafe by Bakerzin ini berlokasi di Area Ground Floor, Living World, Alam Sutera. Pemilihan lokasi yang dinilai berbeda dan strategis untuk sebuah gerai perhiasan ini seakan mengabsahkan eksistensi The Palace Jeweler sebagai bagian dari gaya
hidup sehari-hari masyarakat Indonesia, terutama di Tangerang Selatan.
“Tangerang Selatan di dewasa ini tengah menjadi salah satu kawasan residensial dan gaya hidup pilihan warga Jabodetabek. Sehingga gerai ini akan semakin menambah kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah ini,” katanya.
Kehadiran gerai baru dengan konsep yang berbeda ini juga membuktikan kiprah The Palace Jeweler sebagai brand perhiasan yang selalu mengedepankan konsep 3T atau Therlengkap, Therjangkau, Therjamin. Dimana maksud dari konsep 3T tersebut yakni, Therlengkap karena The Palace Jeweler menghadirkan beraneka ragam koleksi perhiasan. Mulai dari berlian, emas, hingga batu mulia.
Kemudian, Therjamin karena seluruh piece perhiasan yang ditawarkan terjamin kualitasnya dan telah sesuai dengan standar yang ada. Terakhir ada Therjangkau yang artinya menawarkan perhiasan dengan harga yang terjangkau oleh pencinta perhiasan, bahkan oleh mereka yang baru mulai mengoleksi perhiasan.
“Tujuannya untuk semakin terdepan dalam memberikan pelayanan dan pengalaman paling berharga bagi masyarakat Indonesia,” jelas Jelita.
Ia mengungkapkan, masyarakat saat ini tengah berada pada derasnya arus ekonomi kreatif global, serta nasional yang mendorong tiap-tiap pelaku industri ritel untuk mengeksplorasi kreativitas dan kolaborasi tanpa batas. Salah satunya yang dilakukan The Palace Jeweler saat ini.
“Melalui gebrakan tersebut menjadi upaya untuk memberikan kepercayaan kepada publik bahwa brand The Palace Jeweler tidak hanya konsisten menyediakan perhiasan emas dan perhiasan berlian berkualitas di setiap gerainya, namun juga menyajikan customer experience yang selalu berkembang,” tegasnya.
Lanjut Jelita, untuk memberikan pengalaman berbelanja yang unik dan berbeda, The Palace Jeweler mengusung konsep megastore perhiasan. Hal ini pun berlaku pada gerai baru di Living World, Alam Sutera. Demi menghadirkan layanan terbaik bagi para pelanggan, gerai didesain agar menjadi “one stop shopping destination”.
Di gerai tersebut, The Palace Jeweler menawarkan perhiasan berkualitas, mulai dari
diamond jewelry, gold jewelry, hingga precious stone. Semuanya tersedia dengan grade terbaik sesuai standar quality control (QC) dari CMK.
“Dengan konsep ini maka pengunjung atau konsumen setia kami tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mencari perhiasan
incarannya,” sebutnya.
Untuk gerai The Palace Jeweler di Living World, Alam Sutera menghadirkan exclusive diamond jewelry melalui Moela Collection. Koleksi perhiasan tersebut ditawarkan mulai dari harga Rp888 ribu, sehingga cocok bagi konsumen yang ingin mulai mengoleksi perhiasan berlian atau perhiasan emas.
Selain terjangkau, koleksi ini pun dipastikan telah terjamin kualitasnya. Sebab, tiap berlian yang tersemat dalam piece perhiasan dari Moela Collection memiliki kualitas H-VS, sedangkan kadar emasnya adalah 18K/75 persen.
“Koleksi perhiasan ala Korean style ini hadir dalam lima seri yang berbeda, yaitu Bermoela, Kamoela, Trimoela, Lovela, dan Modela,” kata Jelita.
Sementara, Direktur Komunikasi Pemasaran Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Yohanes De Brito Titus Haridjati mengatakan, pemerintah tentunya mendukung adanya inisiatif-inisiatif yang dilakukan The Palace Jeweler, sebagai salah satu mitra co-branding Wonderful Indonesia.
“Indonesia merupakan negara yang dikaruniai berbagai potensi pariwisata dan ekonomi kreatif termasuk keragaman kriya. Kualitas kriya Indonesia dapat dilihat melalui brand seperti The Palace Jeweler yang selalu konsisten dengan prinsip 3T-nya, serta selalu berinovasi menghadirkan pengalaman-pengalaman baru bagi masyarakat Indonesia,” terangnya.
Hal ini tentunya lanjut Yohanes menjadi nilai
tambah bukan hanya bagi kriya Indonesia sebagai salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, namun juga bagi pariwisata Indonesia.
