REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menilai di era disrupsi digital sekarang ini pemerintah daerah harus mempersiapkan diri melakukan perubahan. Perubahan dimaksud yakni melakukan inovasi digital pada setiap sistem layanan pemerintahan.
Menurutnya, perubahan itu menjadi hal yang sangat penting mengingat saat ini seluruh lini kehidupan yang ada telah beralih ke digitalisasi.
“Jika berbicara industri 4.0 dimana seluruh lini kehidupan kita tidak lepas dari digitalisasi, olehnya itu Pemerintah juga harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada,” kata Adnan yang juga Sekjen Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2022 di Phinisi Ballroom, Hotel Claro Makassar, kemarin.
Ia menyampaikan, kegiatan ini membutuhkan kolaborasi kita bersama untuk bisa mendigitalisasikan seluruh lini kehidupan, termasuk seluruh pemerintahan yang ada di seluruh Indonesia. Apalagi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan 64 persen penduduk Indonesia saat ini diisi oleh Gen Z dan Post Gen Z, dimana karakteristik Gen Z dan Post Gen Z adalah pengguna internet.
“Mengingat hal ini pemerintah juga harus menuju pada perkembangan zaman yang ada, jika tidak maka akan menjadi daerah yang tertinggal,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini ia berharap Rakernas APJII mampu melahirkan ide dan gagasan agar semua daerah terbebas dari blank spot dan pemerintahnya melakukan digitalisasi.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee Rakernas Antonius Ambar Widodo menjelaskan, transformasi APJII melalui kolaborasi stakeholder dan implementasi program inklusif dilakukan untuk pemerataan infrastruktur.
Saat ini anggota APJII terdiri dari 806 penyelenggara. Jika dilihat masih ada 20 persen wilayah di Indonesia yang masih belum terjangkau jaringan.
“Sehingga dengan kolaborasi pemerintah ini akan memudahkan kerja-kerja kami kedepan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga melihat peran yang sangat krusial dari penyelenggaraan internet, bagi suksesnya transformasi digital di Indonesia. Mengingat layanan internet dalam dua tahun terakhir menjadi tulang punggung seluruh kegiatan kehidupan masyarakat.
“Dengan semakin meratanya layanan internet tentu akan berdampak pada kesiapan negara dalam perkembangan teknologi di masa akan datang,” kata Antonius.
