REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menginstruksikan agar seluruh pihak-pihak terkait mengambil langkah antisipasi jika terjadi kekurangan pangan. Pasalnya kondisi tersebut diprediksi akan terjadi akibat dampak kemarau panjang.
“Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi kemarau panjang di wilayah Indonesia. Dampaknya juga bisa berpengaruh pada produksi pertanian dan ketersediaan pangan, khususnya di Kabupaten Gowa,” katanya saat melakukan pertemuan bersama jajaran di lingkungan Pemkab Gowa, Senin (01/08/2022).
Ia pun meminta dinas terkait, di antaranya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian agar mengambil langkah-langkah preventif. Salah satunya dirinya meminta agar dapat memaksimalkan lahan-lahan produktif yang ada.
Termasuk lanjutnya, lahan-lahan yang yang memiliki sistem irigasi yang baik harus didorong agar bisa berproduksi tiga kali dalam setahun.
“Lahan-lahan yang memilki produktifitas baik dijaga kalau perlu tambahkan subsidi pupuk atau bibit. Sawah-sawah yang teraliri air harus bisa didorong untuk produksi tiga kali dalam setahun. Desa dan kelurahan yang memiliki lahan produktif juga harus dijaga dengan baik,” tegasnya
Ia juga meminta jajarannya untuk mencatat kebutuhan masyarakat Kabupaten Gowa setiap tahunnya. Sehingga bisa dilakukan perencanaan yang baik dalam menghadapi kemarau panjang yang diprediksi oleh BMKG.
“Selama ini Gowa mensubsidi kebutuhan daerah lain, ini perlu dihitung baik-baik, pastikan kebutuhan masyarakat kita tercukupi sebelum mensubsidi ke daerah lain,” terangnya.
Selain kebutuhan pangan, Adnan juga meminta jajarannya untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku. Sebab diprediksi dalam beberapa waktu kedepannya akan terjadi kenaikan pada sejumlah bahan baku. Hal ini akibat dari konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.
“Sejumlah bahan-bahan baku mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti minyak, bahan baku bangunan termasuk pangan diperkirakan juga mengalami kenaikan seperti di negara lain. Hal ini dampak dari konflik dan perang Rusia dan Ukraina menyebabkan sejumlah kebutuhan bahan baku mengalami kenaikan drastis seperti gandum,” terangnya. (*)
