REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menekankan pada perencanaan pembangunan Kabupaten Gowa di 2024 mendatang wajib memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dengan menekan laju inflasi, serta infrastruktur berkelanjutan.
“Paling penting program yang dicanangkan pada rencana kerja di 2024 mendatang tetap mengacu untuk pertumbuhan ekonomi, menekan laju inflasi dan infrastruktur yang berkelanjutan,” katanya saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Gowa 2023 untuk Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, di Living Plaza, Jalan Tun Abdul Razak, Selasa (14/03/2023).
Adnan menyebutkan, melalui sejumlah program kerja yang telah dilakukan mampu mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi yang positif. Di mana pada periode 2019 pertumbuhan ekonomi mencapai 7,46 persen, kemudian pada 2020 menurun diangka 1,76 persen (imbas pandemi Covid-19), dan pada 2021 berhasil melesat diangka 7,26 persen.
“Pencapaian ini pun mempengaruhi kontribusi Kabupaten Gowa terhadap PDRB Sulsel sebesar 4,31 persen atau terbesar kelima,” katanya.
Pertumbuhan ekonomi ini pun mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sepanjang tiga tahun terakhir. Di mana pada periode 2020 angka IPM mencapai 70,14 persen, selanjutnya di 2021 meningkat ke 70,29 persen, dan di periode ke 2022 mencapai 70,99 persen.
“IPM Kabupaten Gowa sejak 2020 masuk dalam kategori tertinggi. Ini kita harapkan bisa lebih ditingkatkan,” harap Adnan.
Selain itu, tingkat kemiskinan turun dari 7,54 persen di 2021 menjadi 7,36 di periode 2022. Semantara pada pencapaian tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 4,30 persen di 2021 menjadi 3,26 persen di 2022.
“Kita berharap dengan berbagai usulan saran, dan masukkan yang disampaikan dari setiap pelaksanaan musrenbang bisa meningkatkan perekonomian kita yang berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” harap Adnan.
Lanjutnya, upaya ini tentunya mampu terwujud dengan mengedepankan program kerja yang bersifat prioritas. Di mana sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gowa ada lima sektor yang menjadi fokus utama dalam pembangunan berkelanjutan. Di antaranya, sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor infrastruktur, sektor keagamaan, sektor pertanian dan sektor UMKM.
“Inilah yang harus diperhatikan karena memang tidak bisa keluar dari itu, sebab ini sesuai dengan penetapan RPJMD kita. Alhamdulillah kita sudah on the track untuk menjalankan pembangunan itu,” terangnya.
Adnan mengaku, sebelum dilakukannya musrenbang tingkat kabupaten, terlebih dahulu dilakukan musrenbang tingkat desa, kelurahan hingga kecamatan. Bahkan musrenbang spesifik seperti Musrenbang Anak sebagai upaya mendorong peran dan partisipasi anak dalam pembangunan daerah, Musrenbang Pemuda yang tujuannya agar keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah berkelanjutan semakin menjadi perhatian.
“Ada juga Musrenbang Tematik terkait penanganan stunting dan pemberantasan kemiskinan ekstrim. Sehingga semua usulan, saran dan masukan yang disampaikan dalam setiap musrenbang akan dihimpun oleh Bappeda. Selanjutnya ditetapkan mana yang menjadi program priottas itulah yang akan diakomodir oleh Kabupaten Gowa yang disesuaikan dengan kemampuan keuanggan daerah kita juga,” terang Adnan.
