REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Upaya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gowa dalam mengenjot investasi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi berbuah hasil. Di mana daerah yang di pimpin Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Wakilnya Abd. Rauf Malaganni menjadi daerah dengan realisasi investasi terbesar ketiga tingkat Sulawesi Selatan.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Gowa Indra Setiawan Abbas mengatakan, realisasi investasi pada 2021 lalu mencapai sekitar Rp842 milyar. Sementara untuk daerah dengan realisasi investasi terbesar pertama yakni Kota Makassar sekitar Rp8,3 triliun dan Kabupaten Luwu Timur pada urutan kedua sekitar Rp2,7 triliun.
“Ini tentunya karena kerja keras Bapak Bupati Gowa yang terus-menerus mempromosikan Kabupaten Gowa sebagai daerah yang ramah investasi. Selain itu berkat kerja kita bersama-sama,” katanya dikonfirmasi, Senin, (30/05/2022).
Menurutnya, untuk sektor-sektor pendukung yang mendorong capaian realisasi investasi pada 2021 lalu cukup besar antara lain pada sektor barang dan jasa. Kemudian sektor pertanian yang dinilai cukup besar potensinya kedepan, dan paling penting adalah sektor pariwisata yang beberapa tahun belakangan ini banyak investasi dalam sektor ini.
“Ada beberapa daerah yang kita sudah lakukan semacam promosi usaha seperti di Malino kemungkinan besar pelaku-pelaku usaha tertarik dengan sektor pariwisata dengan membangun sejumlah resort, dan semacamnya. Ini bisa menambah peluang investasi di Kabupaten Gowa,” terang Indra.
Ia mengungkapkan, di 2022 ini pihaknya menargetkan realisasi investasi Kabupaten Gowa mampu mencapai Rp1 triliun. Upaya yang dilakukan pun terus melakukan promosi-promosi bahwa Kabupaten Gowa masih cukup luas lahannya untuk dijadikan daerah investasi.
Sebagai langkah awal pihaknya juga telah membuat peta potensi usaha dengan berkolaborasi bersama Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Bappeda.
“Bentuknya yaitu nanti akan ada salah satu produk unggulan Kabupaten Gowa yang akan dipromosikan dengan dibantu oleh Bank Indonesia sehingga kita bisa menarik investor ke Kabupaten Gowa,” sebutnya. (*)
