Demi Efektivitas, Gerindra Makassar Bakal Gelar Vaksinasi Per Dapil

  • Bagikan
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Eric Horas.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Makassar bertekad membantu pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi di Indonesia. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi massal di setiap dapil di Kota Makassar.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Eric Horas menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan 3.000 jatah vaksin dari DPP Gerindra. Ini sebagai bagian untuk menyukseskan program vaksinasi yang diinstruksikan langsung oleh DPP Gerindra.

DPC Partai Gerindra Kota Makassar sendiri telah melakukan vaksinasi massal bagi 350 warga Kota Makassar pada Jumat (8/10/2021). Vaksinasi tersebut dipantau langsung oleh Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Bertempat di Kantor DPD Partai Gerindra Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar.

“Penyalurannya diatur oleh DPP. Khusus Kota Makassar mendapatkan 3.000 vaksin, makanya tagline kami adalah gerakan 3.000 vaksin. Ini vaksin perdana yang kami lakukan. Selanjutnya akan ada vaksin kedua dan seterusnya sampai kuota vaksin tersebut habis,” kata Eric Horas.

Kegiatan vaksinasi selanjutnya, kata Eric Horas akan dilakukan per daerah pemilihan (dapil). Masing-masing dikoordinir oleh anggota DPRD Kota Makassar Fraksi Gerindra yang berasal dari dapil tersebut.

“Kami sudah rapatkan di DPC ini pembagian merata di 15 kecamatan dan diatur per dapil dengan koordinator anggota dewan yang berasal dari dapil tersebut. Kita harapkan ini bisa lebih efektif kepada masyarakat,” tambah Eric Horas.

Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi yag dilakukan oleh DPC Partai Gerindra Kota Makassar ini merupakan bagian dari proses vaksinasi ditingkat nasional.

“Ini merupakan bagian dari upaya Partai Gerindra membantu masyarakat dalam menghadapi Covid-19. Virus ini masih menjadi beban bagi bangsa Indonesia dan bahkan dunia. Vaksin adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan guna menghindari Covid-19,” demikian Ahmad Muzani. (*)

  • Bagikan