Republiknews.co.id

Deng Ical Ingin Jadikan PMI Makassar Sebagai Standar Pengelolaan Relawan di Indonesia

Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal Deng Ical (baju putih), saat menutup Pelatihan Spesialisasi Tanggap Darurat Bencana dan Distribusi Bantuan, di LPMP Sulsel, Selasa (26/10/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Pelatihan Spesialisasi Tanggap Darurat Bencana dan Distribusi Bantuan secara resmi dirutup oleh Ketua PMI Makassar DR Syamsu Rizal Mi, Selasa (26/10/2021) kemarin, di LPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Pettarani Kota Makassar.

Pada pelatihan yang berlangsung enam hari ini diikuti sebanyak 50 peserta.

Turut hadir dalam penutupan ini, Sekertaris PMI Makassar yang juga selaku ketua panitia pelaksana Abdul Gafur, Bang Salam, Kepala Markas PMI Makassar Syahrir Sanusi dan pengurus PMI Makassar lainnya.

Deng Ical, sapaan karib Syamsu Rizal mengungkapkan keinginannya untuk menjadikan PMI Kota Makassar sebagai standar pengelolaan organisasi relawan se-Indonesia.

“Karena mimpi saya itu bersama teman-teman pengurus lainnya ingin merubah paradigma kalau PMI itu bukan sebagai tempat transitnya orang-orang tertentu,” ujarnya.

Meskipun kata Deng Ical, banyak sekali pengurus di beberapa kabupaten kota yang lain di seluruh Indonesia yang menjadikan PMI sebagai tempat mencari kerjaan, batu loncatan dan mengisi waktu luang.

“Tidak apa-apa karena prinsipnya kita itu adalah silahkan saling memanfaatkan tapi tidak boleh ada yang dirugikan. Karna prinsipnya memang begitu, dalam dunia modern win-win solusion dan win-zero solusion juga itu menjadi sebuah keniscayaan,” pungkasnya.

“Silahkan memanfaatkan dalam konteks sharing resource tapi jangan rugikan orang atau organisasi. Demikian juga dengan teman teman relawan silahkan memanfaatkan dalam konteks positif tapi jangan sekali kali merugikan orang,” lanjut dia.

Selain itu, Syamsu Rizal mengatakan kedepan itu dengan konsep sosial preunership peluang kerja dimana pun itu pasti akan mensyaratkan syarat tambahan terutama life skill.

“Karna kalau life skill seperti ini atau kemampuan assessmen dan distribusi itu pastimi kita punya life skill kemanusiaan dan juga keterampilan dasar lainnya,” kata Syamsu Rizal.

Menurutnya, bila kita sudah mendapatkan sertifikat keterampilan teknisnya, hal itu akan menjadi dasar bahwa kita mempunyai keahlian keahlian kemanusiaan secara umum.

“Ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dan mitra kerja kita untuk membantu teman teman kita yang ingin bekerja,” ujar Wakil Wali Kota Makassar 2014-2019 ini. (*)

Exit mobile version