REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober ini dinilai merupakan titik balik bagi kaum muda khususnya para perempuan muda untuk mengambil peran di setiap sektor yang ada.
Hal ini disampaikan langsung oleh pemerhati perempuan di Kabupaten Bone, saat dihubungi via telepon, Minggu (28/10/2018).
Noerzakiah Darajat Ramli atau yang akrab disapa dengan Kia, menjelaskan bahwa di hari sumpah pemuda ini harusnya menjadi titik balik bagi kaum muda khususnya para perempuan untuk terjun dalam setiap sektor yang ada tanpa harus merasa minder dengan yang lain, terlebih minder jika sudah menyangkut dengan pekerjaan yang didominasi oleh kaum pria.
“Sekarang ini, perempuan juga harus mengambil peran di setiap sektor yang ada. Jangan malah merasa minder dengan pekerjaan yang didominasi oleh para pria,” tutur Kia.
Perempuan kelahiran Bone yang juga merupakan alumni magister Unhas di bidang manajemen kepemimpinan pemuda juga berharap, para masyarakat bisa memberi akses lebih kepada kaum perempuan khususnya yang masih dianggap muda untuk bisa ikut mengambil peran di segala bidang tanpa harus memandang jenis kelamin.
“Saya rasa baik perempuan maupun pria itu kedudukannya sama. Saya harap, masyarakat dapat menerima dan memberi sedikit ruang bagi para perempuan untuk bisa berkreasi tanpa menganggapnya minim pengalaman karena masih dianggap muda,” jelas Kia.
Lebih jauh Kia menjelaskan bahwa negara Indonesia mengalami bonus demografi sehingga sudah seharusnya kaum muda khususnya perempuan bisa menunjukkan kapabilitasnya untuk bersaing tanpa harus merasa minder. (rls)
