REPUBLIKNEWS.CO.ID., Kendari – Puskesmas Kabaena Tengah mendapat sorotan dari salah satu warga Kecamatan Kabaena Tengah soal pelayanan yang tidak maksimal.
Sorotan tersebut juga dimuat menjadi berita oleh salah satu media dengan narasi “Pelayanan Puskesmas Kabaena Tak Seindah Gedungnya” dengan penjelasan, satu warga Jabaena mengantar istrinya untuk melahirkan, terpaksa memanjat jendela puskesmas karena tidak satupun perawat yang berada di tempat, tepat pukul 12.00 Wita
Mengklarifikasi berita tersebut, Kepala Puskesmas (Kapus) Kabaena Tengah Martina AM. Kes. mengatakan, Puskesmas yang ia pimpin menerapkan sistem rawat jalan bukan rawat inap.
“Puskesmas di sana itu tidak melayani 24 jam, karena kita masuk dalam SK rawat jalan bukan rawat nginap,” jelasnya.
Lanjutnya, Martina juga membantah tentang waktu yang disebutkan dalam pemberitaan. Ia mengatakan, kejadian yang dimaksud terjadi pada tanggal 01 November 2020 pukul 01.00 Wita malam.
“Jam seperti itu kan memang tidak ada perawat di Puskesmas, karena kita rawan jalan bukan rawat nginap. Nah otomatis tidak ada yang menetap di Puskesmas,” tegasnya.
“Dan juga, pasien tersebut di temani oleh bidan desanya, bukan bidan di sini,” sambung Martina.
Martina juga meluruskan narasi dalam berita, bahwa masyarakat di ancam dengan sanksi denda sebesar 1.500.000 jika tidak melahirkan di puskesmas.
“Uang 1 juta setengah itu sebenarnya hanya untuk menjadi jaminan. Karena ketika misalnya tempat melahirkan pasien sangat jauh jaraknya dengan Puskesmas. Kan tidak mungkin kita mau bawa alat-alat kesehatan,” katanya.
“Hal itu juga merupakan kesepakatan lintas sektor, bukan keputusan sepihak,” tuturnya.
Lebih lanjutnya, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk berkoodinasi dengan bidan desa setempat, agar langsung dilaporkan kepada pihak Puskesmas.
“Kalau melalui telpon, di sana agak susah jaringan, jadi bagusnya melalui bidan desa setempat untuk mengkoordinasikan ke pihak puskesmas,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Puskesmas yang di maksud terletak di Desa Lengora Selatan Kecamatan Kabaena Tengah Kabupaten Bombana. (Akbar Tanjung)
Disoroti Soal Pelayanan Tak Maksimal, Berikut Klarifikasi Kapus Kabaena Tengah

Puskesma Kabaena Tengah. Foto: istimewa