REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAROS – Sorak sorai memenuhi Gedung Serbaguna Kabupaten Maros saat Kejurprov/Pra Porprov XVIII Sulawesi Selatan digelar pada 26-28 September 2025.
Para atlet kempo dari berbagai daerah menunjukkan kemampuan terbaiknya, namun kontingen Kota Makassar berhasil mencuri perhatian dengan menutup ajang ini sebagai juara umum.
Makassar mengoleksi 22 medali yang terdiri dari 8 emas, 10 perak, dan 4 perunggu. Torehan emas tersebut lahir dari nomor-nomor bergengsi, yakni Embu Berpasangan Kyu II Putra, Embu Berpasangan Kyu I Putra, Embu Berpasangan Kyu I Putri dan Embu Beregu.
Kontingen Makassar juga meraih emas di nomor Randori Kelas 45 kg Putri, Randori Kelas 45 kg Putra, Randori Kelas 55 kg Putra, serta Randori Kelas 70 kg Putra.
Ketua Perkemi Kota Makassar yang juga manajer tim, dr Wachyudi Muchsin menegaskan bahwa raihan ini lebih dari sekadar angka perolehan, namun prestasi ini mencerminkan falsafah kempo yang berpusat pada prinsip Riki Ai Funi, yakni harmoni antara kekuatan dan kasih sayang.
“Falsafah ini tergambar jelas dalam doktrin bahwa kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, dan kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman,” kata Dokter Koboi, sapaan karibnya.
Bagi para kenshi atau atlet kempo, filosofi ini bukan hanya teori, melainkan nilai hidup yang diwujudkan di dalam maupun di luar arena. Mereka bertarung dengan penuh keberanian, namun tetap menjunjung kasih sayang, keadilan dan kehormatan.
“Alhamdulillah, Makassar kembali berhasil menunjukkan kualitasnya mempertahankan tradisi juara. Kemenangan ini bukan hanya soal medali, tapi juga bagaimana filosofi kempo dijalankan dalam kehidupan, yakni berani, tangguh, namun tetap menjunjung cinta kasih dan kebersamaan,” ujarnya.
Dokter Koboi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran ofisial tim, masing-masing Nasri dan Ade Irma, serta jajaran pelatih yang terdiri dari Suaib Side, Aisyah, dan Sugeng, serta semua keluarga besar kempo Kota Makassar.
“Berkat kerja keras, kekompakan, dan dedikasi mereka, para atlet mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara umum untuk Kota Makassar,” tambah Dokter Koboi.
Menurutnya, kemenangan ini sekaligus menjadi modal berharga menuju Porprov XVIII Sulawesi Selatan.
“Lebih dari sekadar prestasi olahraga, raihan ini adalah bukti bahwa kempo Makassar tidak hanya mencetak juara, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang membentuk karakter generasi muda,” demikian Dokter Koboi. (*)
