Republiknews.co.id

DPI Kenalkan MOKSA, Layanan Psikologis Gratis untuk Perempuan dan Kelompok Rentan

Founder MOKSA Novi Yanti Pratiwi (kanan), serta Founder dan Direktur Daya Potensia Indonesia Sitti Annisa M Harusi saat menjelaskan tentang Lembaga MOKSA di sela-sela Festival EmpowerHer 2024, di Jay & Joy Nipah Mall Makassar, Minggu, (21/04/2024). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Daya Potensia Indonesia (DPI) sebagai Biro Psikologi dan Human Resource membentuk sebuah lembaga non-profit yang berfokus pada krisis kemanusiaan dan pengabdian masyarakat bernama MOKSA.

MOKSA sendiri merupakan layanan psikologi yang dapat diakses seluruh masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan yang mengalami kekerasan atau diskriminasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, hingga wilayah Indonesia Timur.

“MOKSA adalah salah satu lembaga yang didirikan DPI sebagai salah satu layanan turunan, dimana ia berada di bawah DPI atau Moksa ex DPI, tapi memang ada tema-tema yang kita arahkan di MOKSA itu sendiri,” kata Founder MOKSA Novi Yanti Pratiwi, di sela-sela Festival EmpowerHer 2024, di Jay & Joy Nipah Mall Makassar, Minggu, (21/04/2024).

Dalam kerja-kerja MOKSA sendiri meliput beberapa hal. Pertama, pendampingan psikologis di situasi krisis. Kedua, Psikoedukasi yakni penyebaran informasi berkaitan dengan situasi krisis kemanusiaan di sosial media dan secara langsung, serta psikoedukasi mengenai situasi krisis kemanusiaan kepada lembaga atau instansi terkait.

Ketiga, pemetaan kebutuhan, dimana berkaitan dengan kompetensi atau pengetahuan mengenai situasi krisis kemanusiaan. Keempat, perekrutan relawan. Kelima, peningkatan kompetensi dalam bentuk pelatihan, dan keenam penelitian dan penyusunan panduan.

“Kerja MOKSA ini memang kita fokusnya lebih banyak kepada pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan perempuan, kekerasan anak dan perempuan, juga komunitas yang rentan dengan diskriminasi seperti disabilitas dan lainnya,” terangnya.

Novi menjelaskan, MOKSA sendiri diartikan sebagai sebuah “Nafas Baru” dengan harapan kehadirannya bisa memberikan bantuan kepada individu yang mengalami kondisi psikologis pasca krisis baik dalam kebencanaan maupun trauma. Kemudian, dari bantuan tersebut bisa memberikan nafas yang baru atau menambahkan udara yang lebih baru bagi mereka untuk hidup lebih baik kedepannya.

“Kami pun sangat berharap MOKSA ini bisa dikenal masyarakat luas yang ada di Makassar dan Wilayah Indonesia Timur sebagai pusat krisis, dan bisa mengaksesnya. Apalagi layanan ini disiapkan gratis,” kata Novi yang juga Associate Psikolog Klinis DPI.

Secara teknis layanan yang dihadirkan MOKSA dapat diakses cukup mudah dengan menghubungi media sosial Instagram DPI @dayapotensiaind dan mengikuti arahan yang tertera atau menghubungi nomor yang ada.

Sementara, Founder dan Direktur DPI Sitti Annisa M Harusi menambahkan, MOKSA yang didirikan sejak 2023 berangkat dari pengalaman yang dihadapi dengan harapan bagaimana penyintas bisa kembali menjalani fungsi sosialnya seperti sebelum situasi krisis tersebut terjadi.

“Ini juga sebagai bentuk keresahan kami, sebab seringkali korban kekerasan khususnya sangat sulit untuk mendapatkan akses layanan psikologis karena terbatasnya biaya dan lainnya. Sehingga harapannya dengan adanya MOKSA mungkin bisa memberikan sedikit bantuan bagi mereka,” katanya.

Bantuan tersebut apakah dengan stabilisasi emosi, pertolongan pertama pada kondisi psikologis setelah situasi krisis ke teman-teman komunitas.

“Bahkan termasuk teman-teman komunitas yang pertama kali berhadapan dengan penyintas sudah punya dasar untuk menghadapi, termasuk sistem rujukannya. Sehingga layanan psikologis ini bisa tercover kepada semua pihak yang terdampak,” ujarnya.

Lanjutnya, didirikannya MOKSA ini memiliki visi menjadi pusat krisis dan pengabdian masyarakat yang memberikan layanan psikologi secara profesional dalam situasi krisis kemanusiaan.

Launching MOKSA yang dilaksanakan Daya Potensia Indonesia digelar di sela-sela pagelaran Festival EmpowerHer 2024 yang berlangsung di Jay & Joy Nipah Mall Makassar, Minggu, (21/04/2024). (Dok. Daya Potensi Indonesia)

Peringati Hari Kartini dan IWD Dengan Menggelar Festival EmpowerHer 2024

Launching MOKSA yang dilaksanakan Daya Potensia Indonesia digelar di sela-sela pagelaran Festival EmpowerHer 2024. Festival tersebut merupakan peringatan Hari Kartini yang bertepatan pada 21 April setiap tahunnya dan peringatan Hari Perempuan Internasional yang diperingati pada tanggal 08 Maret lalu.

Pada festival ini mengangkat tema Awareness: Bisa Berkarya dan Berdaya. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu diskriminasi yang dihadapi oleh perempuan dan memberikan informasi mengenai hal-hal yang dapat dilakukan secara bersama untuk menciptakan perubahan, serta pentingnya inklusivitas dalam menciptakan kesempatan yang setara pada semua lapisan masyarakat untuk menggunakan potensi yang dimiliki agar bisa berkarya dan berdaya.

“Festival ini menjadi wadah sosialisasi dan berkumpulnya penyandang komunitas yang berfokus pada perempuan, inklusifitas, dan kesehatan mental. Mereka diberikan akses untuk dapat berekspresi dan bertukar pikiran dengan rekan-rekannya. Sehingga hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan optimis untuk pengembangan diri dan mandiri,” terang Novi Yanti.

Sementara, Founder dan Direktur DPI Sitti Annisa M Harusi mengatakan, di kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari tamu undangan, organisasi atau perhimpunan psikolog, serta komunitas-komunitas yang peduli dengan isu perempuan, inklusivitas, dan kesehatan mental.

Dalam Festival EmpowerHer 2024 ini diisi dengan beberapa agenda di antaranya, Talk Show dan Bedah Film, Kelas Inklusi (Bahasa isyarat), kelas kreatif (merajut), serta talk show kesehatan mental kolaborasi dengan Jay & Joy Nipah Mall.

Exit mobile version