Republiknews.co.id

DPMD Kukar Perkuat Ekosistem Inovasi di Desa dan Kecamatan Melalui Pendampingan Berkelanjutan

Foto Bersama dalam kegiatan Pekan Inovasi dan Kreativitas Daerah Kukar 2025.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KUKAR — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat ekosistem inovasi di tingkat pemerintahan terbawah. Bagi DPMD, inovasi bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan budaya kerja yang harus tumbuh di setiap desa dan kecamatan agar pelayanan publik semakin adaptif, kreatif, dan berdaya guna.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menegaskan hal itu saat menanggapi keterlibatan sejumlah desa dan kecamatan dalam Pekan Inovasi Pemerintahan Daerah 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar. Ia menyebut, munculnya berbagai inovasi dari desa membuktikan bahwa kesadaran untuk berkreasi dan bertransformasi kini mulai mengakar di tingkat pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Yang membanggakan bukan hanya karena mereka mendapat penghargaan, tapi karena semangat berinovasi itu mulai hidup. Ini menunjukkan bahwa desa dan kecamatan di Kukar kini punya cara berpikir baru — mencari solusi dari bawah,” ujar Arianto.

Ia menjelaskan, DPMD Kukar terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar inovasi yang lahir dari desa tidak berhenti pada tataran ide, tetapi bisa diimplementasikan dan memberi manfaat nyata bagi warga. Dukungan diberikan melalui fasilitasi pelatihan, asistensi penyusunan program, serta penguatan jejaring kemitraan antar desa dan kecamatan.

“Inovasi tidak selalu berarti proyek besar. Bisa saja berupa cara baru dalam mengelola administrasi, pelayanan digital, atau mekanisme transparansi yang sederhana tapi efektif. Yang penting, ada nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Arianto, tantangan berikutnya bukan sekadar melahirkan inovasi, melainkan menjaga keberlanjutan serta mendorong replikasi program di wilayah lain. Karena itu, DPMD mendorong agar setiap desa yang sudah berhasil berinovasi dapat menjadi mentor bagi desa lain melalui forum pertukaran pengetahuan (knowledge sharing).

“Kalau satu desa berhasil dan bisa menularkan ide ke desa lain, maka kita sudah membangun gerakan bersama. Inilah semangat yang ingin kami hidupkan,” tambahnya.

Melalui pendekatan ini, DPMD Kukar ingin memastikan inovasi menjadi bagian dari sistem pemerintahan desa yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas layanan publik, langkah ini juga memperkuat kemandirian ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur desa.

Pekan Inovasi yang digelar BRIDA Kukar pun menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring ide dan memperkuat kolaborasi antarwilayah. DPMD Kukar optimistis, jika ekosistem inovasi terus tumbuh, pembangunan di Kukar akan semakin efisien, partisipatif, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Exit mobile version