REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dua pebulutangkis asal Kabupaten Gowa berhasil menjuarai Seleksi Nasional (Seleknas) Bulutangkis 2022 di Gedung Olahraga (GOR) Pelatnas Cipayung, Jakarta, belum lama ini. Mereka adalah Sofy Al Mushira Asharunnisa dan Muhammad Reza Al Fajri.
Keduanya masuk dalam rombongan atlet bulutangkis asal Sulawesi Selatan yang hadir mewakili dua provinsi di Pulau Jawa. Antara lain, Sofy Al Mushira Asharunnisa, Muhammad Putra Erwiansyah, dan Muhammad Asqar mewakili Jawa Tengah, serta Muhammad Reza Al Fajri mewakili DKI Jakarta.
Dari keempatnya, dua orang di antaranya mampu menoreh prestasi terbaik yakni juara satu.
Sofy yang digelari si monster manis dari timur merebut juara satu di partai ganda putri berpasangan Ridya Aulia Fatasya. Dua gadis manis ini mampu mendobrak kekuatan lawan se provinsinya yakni Sintia Dewi Yuliani dan Selli Lin di final.
Sementara Muhammad Reza Al Fajri yang berjuang di partai tunggal putra, berhasil menerobos kegesitan Pradiska Bagas Sujiwo, lawannya asal Banten dengan skor 20-11 di set akhir. Meski paha kiri Reza sempat cedera. Sedang atlet Gowa satunya lagi yakni Putra Erwiansyah hanya bisa menembus juara tiga dan Muhammad Asqar Harianto atlet asal Maros hanya bisa menembus delapan besar.
“Ini sebuah berkah kemakmuran bagi PBSI Gowa dan Sulsel. Berkah di awal tahun. Alhamdulillah, tentunya saya sangat dan bahagia karena cita-cita kita meloloskan atlet Gowa masuk pelatnas, tercapai,” kata Ketua Umum PBSI Gowa HM Natsir Maudu, kemarin.
Natsir berharap, Kabupaten Gowa betul-betul bisa menjadi gudang atlet bulutangkis yang baik. Dengan lolosnya Sofy dan Reza masuk pelatnas menurut Natsir telah menunjukkan bahwa atlet bulutangkis dari daerah berjuluk Butta Bersejarah ini patut diperhitungkan.
Ia pun semakin yakin pembinaan atlet usia muda di Kabupaten Gowa akan semakin meluas hingga di klub-klub kecamatan, sehingga bibit atlet hebat di masa datang semakin bertambah.
Terpisah, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengkab PBSI Gowa Andi Tancung mengatakan, pada laga teraknir di final, Sofy bersama Fatasya berhasil menumbangkan pertahanan sesama provinsinya yakni Sintia Dewi Yuliani dan Selli Lin pada partai ganda putri dewasa.
“Saya betul-betul takjub dan dibuat terperangah dengan ulah di monster manis asal Sanrangan Gowa ini. Dari awal memang saya sudah yakin seratus persen. Bahkan ketika Sofy cedera kaki pun saya tidak patah semangat. Karena saya melihat garangnya Sofy di lapangan sangat menjanjikan,” akuinya.
Sementara, Reza Al Fajri, si jangkung asal Polongbangkeng yang baru memenangkan tunggal putra melawan atlet Banten mengaku tak menyangka saja dirinya bisa juara.
Reza mengaku sempat nervous di set pertama namun pada set berikutnya dia sudah bisa menguasai dirinya dan kemudian mampu bermain tenang.
” Persiapan saya sebelum tanding di final adalah jaga stamina dan pola makan. Dan bagi saya bisa masuk ke pelatnas ini adalah impian saya. Dan di pelatnas nanti saya tentu bisa melangkah ke event internasional, ” ujarnya.
