0%
logo header
Senin, 24 Januari 2022 14:21

Dukung Ibu Kota Negara Pindah, Korwil Indonesia Timur BPP Hipmi: Beban Jakarta Sudah Terlalu Berat

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
FOTO: Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming, bersama Korwil Indonesia Timur BPP Hipmi Herman Heizer.
FOTO: Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming, bersama Korwil Indonesia Timur BPP Hipmi Herman Heizer.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Koordinator Wilayah Indonesia Timur Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Herman Heizer, menyampaikan dukungannya atas Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Provinsi Kalimantan Timur.

Hal itu disampaikan Herman Heizer, melalui sambungan telepon seluler kepada republiknews.co.id, Senin (24/01/2022). Ia mengatakan kondisi Ibu Kota di Jakarta saat ini sudah menjadi sentral seluruh sektor.

“Terutama sektor Perekonomian dan Pemerintahan saat ini semua terpusat di Jakarta. Saya pikir langkah Pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota di Kalimantan Timur sudah sangat tepat, dengan begitu peningkatan pertumbuhan Ekonomi khususnya di Wilayah Indonesia Timur juga akan terdampak,” kata Herman Heizer.

Baca Juga : Jadi Ketua Kick Boxing Sulsel, Herman Heizer Akan Siapkan Arena Tarung Jagoan Perang Kelompok

Perintis Konsultan Politik di Indonesia Timur ini mengungkapkan, beban Jakarta sebagai Ibu Kota Negara saat ini sudah sangat berat. “Pertama dari segi kepadatan penduduk, Jakarta sudah padat, jalan raya macet dimana-mana, segala urusan terhambat karena padatnya jalan-jalan raya. Dengan terhambatnya segala urusan kita maka dampak besarnya ada pada penghambatan Ekonomi,”  ujar Direktur Utama Celebes Research Center (CRC) ini.

“Tentu kita harapkan dengan pemindahan Ibu Kota Negara ini bisa menjadi Gerbang bagi Peningkatan Ekonomi Indonesia, khususnya di Indonesia Timur, apalagi Daerah Sulawesi yang sangat dekat dengan Kalimantan, akan merasakan dampak positifnya,” tutur Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Sulawesi Selatan 2016-2019 ini.

Selain itu, Herman Heizer juga menyampaikan kecamannya terhadap Oknum-oknum yang melontarkan kalimat yang dianggap kurang tepat terhadap daerah Ibu Kota Negara yang baru.

Baca Juga : Survei CRC: 88 Persen Warga Makassar Tolak Penundaan Pemilu 2024

“Sebagai sesama anak bangsa, harusnya kita saling menghargai satu sama lain, apalagi menyangkut Daerah. Jangan lah melontarkan kalimat-kalimat yang memecah. Kita harus saling menjaga karena kita semua sama,” tegas Politisi Partai Golkar ini.

Penulis : Asrianto
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646