REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan menggandeng berbagi pihak. Mulai dari pihak swasta hingga lembaga-lembaga lainnya.
Kali ini pemerintah menggandeng Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Kodam XIV Hasanuddin, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dan Badan Intelejen Negara (BIN) Sulsel.
Kegiatan kali ini berlangsung di Pelataran Istana Tamalate Sungguminasa, dengan menyiapkan 8.800 dosis.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, harapan pemerintah pusat hingga daerah pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 adalah dapat mengakhiri pandemi Covid-19 dengan menjadi endemi. Olehnya untuk mencapai hal tersebut diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Dalam menyelesaikan masalah, memang kita tidak bisa jalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama dari seluruh pihak yang ada. Seperti hari ini kami bangga dan terimakasih atas dukungan semua yang yang terlibat hari ini,” katanya, Minggu (20/03/2022).
Bupati Adnan menyebut, saat ini masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi untuk dosis pertama sebesar 86 persen, kemudian dosis kedua sekitar 58 persen. Untuk dosis kedua ini ditargetkan dapat mencapai 70 pada April 2022 mendatang.
“Dosis pertama kita sudah 86 persen ini tiada lain karena niat kita semua agar segera mengakhiri pandemi ini. Alhamdulillah hari ini dari 3.000 orang yang ditargetkan mampu mencapai 5.000 orang karena antusias masyarakat yang sangat tinggi,” sebut Adnan.
Sementara Koordinator PSMTI Wilayah Indonesia Timur Raymond mengatakan, pihaknya memilih Kabupaten Gowa karena daerah tersebut merupakan salah satu daerah penyangga dan berbatasan langsung dengan beberapa daerah di Sulsel.
“Kami juga melihat antusias masyarakat sangat tinggi, makanya PSMTI Sulsel mengambil tempat di Gowa agar bersama-sama dengan pemerintah mengedukasi masyarakat menjalankan vaksinasi dan protokol kesehatan,” jelasnya.
Pada pelaksanaan vaksinasi menyiapkan sebanyak 8.800 dosis, yang terdiri dari 5.000 dosis jenis Sinovac, 500 dosis jenis Astrazeneca, 1.000 dosis jenis Moderna, dan 2.300 dosis jenis Pifizer. (*)
