Gelar Program Penguatan UKS/M MAN 1 Bulukumba Hadirkan Narasumber dari Kemenag RI

0
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bulukumba, menggelar program usaha kesehatan sekolah madrasah (UKS/M), Rabu (24/3/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA– Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bulukumba, menggelar program usaha kesehatan sekolah madrasah (UKS/M) di masa pandemi, tak tanggung tanggung, Madrasah Aliyah tertua di kabupaten Bulukumba ini mengundang narasumber dari Kementerian Agama RI.

Pertemuan yang digelar di gedung B MAN 1 Bulukumba menghadirkan Kasi Kelembagaan dan Kerjasama Direktorat KSKK Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Zulfikifli dan Kepala Kemenang Bulukumba, Muh Yunus.

Zulkifli menguraikan kegiatan pokok UKS dimasa pandemi ini dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan, yakni pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sehat sekolah dengan sasaran primer peserta didik, pendidik, tenaga pendidik dan masyarakat sekolah.

Menurutnya, upaya menjaga kesehatan bisa dimulai dari lingkungan sekolah yang menekankan pada perubahan perilaku, apalagi dimasa pandemi.

“Oleh karena itu program UKS ini penting karena memuat pendidikan kesehatan sejak dini dan edukasi di masa pandemi,” jelasnya dihadapan Kepala Madrasah MAN 1 Bulukumba, Syarifuddin, Kepala Tata Usaha, Ramlah, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MAN 1 Bulukumba, Rabu (24/3/2021).

Ia menekankan, dunia mengalami tantangan luar biasa, yakni era pandemi, menuntuk pihak madrasah menjadi pendukung pelaksana keberhasilan program protokol kesehatan,” lanjutnya.

Lebih jauh, Zulkifli menyampaikan program UKS/M diperlukan kerja tim yang efisien dan efektif untuk memberikan hasil yang optimal. Kegiatan seperti ini akan terus berlanjut dan berinovasi. Apalagi dalam kaitan pelaksanaan program sekolah sehat.

“Kita harapkan MAN 1 Bulukumba bisa menjadi sekolah sehat dan meraih prestasi di tingkat nasional,” katanya.

Kegiatan yang dihelat selama tiga jam ini, tetap memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan dihadiri guru dan tenaga kependidikan yang antusias mengikuti kegiatan.

Tinggalkan Balasan