Republiknews.co.id

Gelar Sosialisasi Lingkungan Bersama Mahasiswa KKN UIN Antasari, Pepelingasih HST Suarakan #SaveMeratus dan Tanam Pohon

Duta Pepelingasih Hulu Sungai Tengah, Syahran, menyerahkan secara simbolis pohon kepada pejabat masyarakat setempat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, HULU SUNGAI TENGAH — Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Antasari menggelar sosialisasi dan edukasi tentang penanganan serta pengelolaan sampah lingkungan di Desa Maringgit, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten HST. Dalam kesempatan itu, Syahran turut menyuarakan #SaveMeratus agar terus menggaungkan salah satu kawasan alam yang masih asri di Banua.

“Sejauh ini, kita melaksanakan kegiatan seperti sosialisasi dan edukasi, sekaligus juga berkerjasama dengan penggiat lingkungan lain seperti Perbanusa, Tim Bank Sampah, Eco Enzym dan lainnya. Pepelingasih juga terus mengupayakan untuk menyebarkan virus cinta lingkungan, utamanya kepada pemuda,” ucap Syahran atau kerap disapa Abang Meratus itu kepada republiknews.co.id, Jum’at (5/8/2022).

Selain itu, kata Syahran, pihaknya menjalin kerjasama dengan 12 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, demi berupaya memprogramkan kegiatan yang berdampak pada pemulihan lingkungan. “Mahasiswa KKN merupakan mitra kerja kami ketika melaksanakan program yang berbasis lingkungan. Apapun kerja samanya yang bernilai positif untuk lingkungan, maka kami upayakan,” ujarnya.

Menurutnya, lingkungan harus selalu diselamatkan untuk masa depan, terlebih khusus wilayah HST. Kawasan ini, kata dia, masyarakat dan pemerintah setempat harus terus berkomitmen dalam menggaungkan #SaveMeratus.

Hadirnya Pepelingasih HST ini, kata Syahran, pihaknya juga turut mendukung program pemerintah, seperti #HSTNoPlastic dari DLHP. “Setidaknya, hal-hal kecil seperti sampah, harus terus diperhatikan karena sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia,” jelasnya.

Ketua Umum Pepelingasih HST, Windri Nathan Firdaus menyampaikan bahwa Duta Pepelingasih mempunyai kegiatan utama seperti edukasi dan sosialisasi terhadap pemuda serta masyarakat HST untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Mereka juga kerap membagikan bibit tanaman untuk terus menumbuhkan ruang hijau.

“Terutama lingkungan yang masih asri dan bersih. Beberapa kegiatan penghijauan dengan menanam pohon dan membagikan bibit kepada masyarakat,” ungkap Windri.

Selain itu, kata Windri, Pepelingasih juga melakukan pemilahan serta pengolahan
sampah melalui menabung di Bank Sampah dan membuat Eco Enzym. Untuk memperkuat langkah, kata dia, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait, termasuk mahasiswa yang sedang ber-KKN di Kabupaten HST.

“Kami menerapkan Welcoming Program, jadi semisal mahasiswa KKN punya inovasi dalam kegiatan lingkungan maka kami akomodasi dan support, karena dampaknya akan terasa untuk masyarakat Hulu Sungai Tengah itu sendiri. Pepelingasih juga sedang membangun citra yang baik dengan stakeholder mengingat Pepelingasih HST ini baru ada sekitar 1 tahun yang lalu,” ceritanya.

Dibanding dengan kabupaten lain, kata Windri, usia Pepelingasih HST lebih mudah karena baru setahun lalu didirikan. Sementara itu, kata dia, Pepelingasih dari Kabupaten/Kota lainnya sudah berdiri sejak 2020 lalu.

“Mengingat usia organisasi yang masih muda ini, kami sangat terbatas dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun dengan bekerjasama dengan mahasiswa KKN, maka program yang kami canangkan dapat terbantu untuk dilaksanakan. Sejak 2021 lalu sampai 2022 ini, Alhamdulillah selalu berkerjasama dengan mahasiswa yang mengabdi di Kabupaten HST.”

Ke depannya, Windri berharap banyak pemuda yang ikut bergabung dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan serta aksi nyata untuk lingkungan HST, terlebih nantinya dapat dirasakan orang banyak. Mengingat sebelumnya, dia menyadari soal peristiwa bencana banjir bandang pada 13 Januari 2021 lalu.

“Lingkungan HST sangat memilukan, namun sekarang saatnya berbenah dan menata masa depan dengan terus memperhatikan lingkungan. Dan khususnya lingkungan sekitar kita, karena kondisi dunia saat ini sedang krisis iklim. Tentu saja krisis iklim global ini jika tidak dimulai dari hal kecil yaitu peduli dengan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Kabupaten ini, Windri menyebut harus bisa menjadi pelopor dalam pemulihan lingkungan bagi Kabupaten lainnya. Terutama, kata dia, kabupaten yang tambang batubara dan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi.

“Tentu agar sadar bahwa dampak panjang yang dihasilkan oleh pertambangan dan perkebunan sawit sangat buruk,” tandasnya. (*)

Exit mobile version