REOHBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh prajurit yang telah melaksanakan pendidikan pertama Tamtama TNI Angkatan Darat Gelombang-II 2021.
Hal ini disampaikannya usai menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang-II yang berlangsung di Lapangan Prayudha Secata Rindam XIV Hasanuddin, Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Jumat (15/04/2202).
Dirinya mengaku haru dan bangga melihat keluarga para prajurit yang telah melihat anaknya lulus menjadi TNI.
“Sungguh saya terharu melihat keluarganya bangga melihat anaknya yang lulus menjadi TNI, bahkan datang berbondong-bondong dari daerah hanya melihat langsung setelah pelatihan selama empat bulan lamanya,” katanya.
Ia pun berharap seluruh prajurit yang telah menyelesaikan pendidikannya ini mampu menjadi prajurit yang tidak hanya membanggakan keluarga. Tetapi juga memberikan pengabdian yang membanggakan bagi negara dan bangsa.
“Semoga para prajurit ini tidak hanya menjadi kebanggan bagi keluarganya saja tetapi juga kebanggaan masyarakat sekitarnya, kebangsaan bangsa dan negara,” harapnya.
Sementara, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad mengatakan, pelaksanaan upacara ini selain menjadi simbol berakhirnya pendidikan tahap I, kegiatan ini juga sekaligus sebagai prosesi pelantikan terhadap 775 orang prajurit siswa yang hari ini telah resmi memperoleh status sebagai Tamtama TNI AD.
“Suasana seperti ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para Tamtama yang telah berhasil melalui satu tahapan pendidikan sebagai awal dari perjalanan kalian untuk berkarier di lingkungan militer,” jelasnya.
Dirinya berharap, pencapaian awal yang diraihnya ini dapat dijadikan sebagai motivasi dalam meniti perjalanan pengabdian di lingkungan TNI AD. Khususnya di Kodam XIV Hasanuddin.
“Jadilah prajurit TNI AD yang bersikap rendah hati dengan selalu berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Ingatlah menjadi prajurit TNI AD tidak ada bayaran sama sekali, kami akan memberikan sanksi bagi pelaku jika kami temukan seperti ini karena resikonya berat baik bagi calon Tamtama itu sendiri, keluarga maupun oknum tersebut,” tegasnya.
