REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Sebanyak 6 buah warung tempat menjajakan makanan khas Bugis Soppeng merasakan kebingungan lantaran dilayangkannya surat yang ditandatangani Kepala Dinas Koperindag Soppeng yang intinya para penjual atau pemilik agar segera membongkar warung yang ada di Area Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, dengan jangka waktu 7 hari setelah diterimanya surat tersebut area kantor Perpustakaan dan Kearsipan bersih utamanya di Area parkir.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Soppeng Haeruddin Tahang memberikan apresiasi Terhadap tindakan pembenahan Dinas Peroustakaan dan Arsip Daerah khusunya di Area Pekarangan dan Parkiran.
Namun ia menyayangkan tanpa adanya solusi yang diberikan terhadap para pedagang atau Pemilik warung makan tanpa diberikan solusi.
“Saya kira Pemerintah harus mencarikan solusinya, ini kan demi kebaikan kita dan para penjual tidak akan menolak ketika diarahkan ketempat lain,” kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Soppeng ini, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (13/08/2021) malam.
“Orang Soppeng baik-baik, semua dan taat sama aturan,” katanya lagi.
Pemerintah, lanjut Haruddin Tahang, harus memperhatikan unit usaha rakyat terlebih lagi dimasa pandemi saat ini.
“Itu sangat membantu masyarakat yang golongan tidak mampu karena disamping harga makanan yang mereka jajakan hanya Rp 10.000 per porsi,” ungkap Mantan Jurnalis ini.
“Pemerintah harus cerdas melihat dan mestinya ini dijadikan peluang untuk menggerakkan Ekonomi Rakyat, dan kalau pindah kemudian tidak diarahkan kemana, dia mengira ada kesewenang-wenangan karena Pemerintah mestinya menunjukkan jalan itu karena ini tanggung jawab kita semua. Harus diarahkan kemana dan ini lagi sulit-sulitnya dan masa mau dipindahkan tanpa solusi,” ucap Haeruddin Tahang.
“Mereka itu mau kemana lagi kasian, cari uang sekarang sangat sulit dan untung masih ada yang menjual dengan harga Rp. 10.000/porsi dan ini persoalan perut,” tutupnya. (Yusuf)
