Republiknews.co.id

Harga dan Stok Bahan Pokok Selama Ramadan Harus Aman, Adnan: Jika Melanggar Kita Sanksi

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Menjelang bulan suci Ramadan biasanya kebutuhan atau stok bahan pokok mengalami pengurangan. Hal ini pun akan memberikan dampak pada lonjak harga yang signifikan karena kurangnya stok.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi di wilayah Kabupaten Gowa. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meminta agar harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok bisa dipertahankan dan tetap aman, terutama menjelang dan selama Ramadan.

Adnan mengatakan, berdasarkan laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Peternakan Kabupaten Gowa pada umumnya harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok jelang dan selama Ramadan aman. Seperti, stok daging sapi maupun ayam yang hingga saat ini masih aman bahkan surplus.

Meski demikian, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga seperti cabai dan kentang, namun tidak signifikan.

“Stok masih aman kebutuhan Alhamdulillah masih tercukupi bahkan surplus. Ada kenaikan tapi saya pikir ini tidak terlalu signifikan. Saya berharap ini dijaga saja,” katanya, Rabu (07/04/2021).

Walaupun demikian, guna memastikan harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok tetap aman jelang Ramadan bahkan hingga Idul Fitri, pihaknya bersama jajaran Forkompinda akan melakukan operasi pasar dalam waktu dekat ini.

Karena menurutnya jelang Ramadan ini sangat berpotensi terjadi kenaikan harga akibat permintaan dan konsumsi yang meningkat. Olehnya dirinya jug berharap tidak ada yang menaikkan harga.

“Kapan ada yang memainkan harga maka komitmen saya akan memberikan sanksi, sanksi berat sampai pada pencabutan izin kalau ada yang bermain-main berkaitan dengan kebutuhan dasar pokok masyarakat terutama berkaitan dengan Bulan Suci Ramadan,” tegas Adnan.

Apalagi kata orang nomor satu di Gowa saat ini masa pandemi Covid-19, merupakan masa-masa sulit, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan pendapatan.

“Jadi kalau kondisi seperti ini lalu ada yang memainkan harga. Tentu ini harus kita sikapi bersama,” tambahnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Endang Kurnia Saputra mengatakan, inflasi di Kabupaten Gowa saat ini masih terkendali. Bahkan menurutnya inflasi di Kabupaten Gowa menunjukkan pencapaian yang baik, yaitu 2,18 persen.

Ia menyebutkan, inflasi di Kabupaten Gowa dan Sulsel mengalami penurunan. Bahkan, penurunan inflasi ini karena konsumsi dan permintaan barang dan jasa juga mengalami penurunan.

“Saya kira ini pencapaian yang baik yang dicapai oleh Kabupaten Gowa dan Sulawesi Selatan karena berhasil mencapai target inflasi yang justru dibawa 3 dan ini berada di bawah nasional,” ungkapnya. (Rhany)

Exit mobile version