REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menilai bahwa keberadaan Balla Lompoa memiliki makna historis yang mendalam.
“Balla Lompoa yang didalamnya ada Istana Tamalate maupun museum adalah simbol kejayaan, kebijaksanaan, dan keagungan budaya Gowa,” terangnya, di perayaan Pesta Rakyat Pemerintah Kabupaten Gowa, di Kawasan Balla Lompoa, Minggu, (16/11/2025), malam kemarin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Gowa (HJG) Ke-705.
Ia melanjutkan, tahun ini Kawasan Museum Balla Lompoa menjadi pusat perayaan HJG. Pemilihan tempat tersebut dianggap karena Kawasan Balla Lompoa dianggap sarat makna mendalam. Sebab, tidak hanya sebagai lokasi perayaan, tetapi juga sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya, serta memperkuat jati diri masyarakat Gowa.
“Kita ingin mengingatkan kembali sejarah, menghidupkan budaya, dan menguatkan identitas kita sebagai orang Gowa. Makanya, kita tidak hanya merayakan Hari Jadi Gowa, tetapi juga merayakan warisan budaya dan kebersamaan yang telah menjadi ciri khas masyarakat,” tegas Husniah.
Ia menjelaskan, peringatan HJG ke-705 mengusung tema “Gowa Bersama, Maju dan Sejahtera”. Tema ini pun menggambarkan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kebersamaan, meningkatkan kemajuan daerah secara inklusif, serta menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, tema HJG tahun ini menjadi ajakan untuk terus memelihara semangat kolaborasi, inovasi, serta sinergi dalam membangun Kabupaten Gowa.
“Mari bersama-sama kita menjaga kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat cinta daerah, agar Gowa terus menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Gowa, Ratnawati menjelaskan, terdapat filosofi di balik logo HJG Ke-705. Logo ini memadukan unsur sejarah dan semangat kemajuan Gowa masa kini.
“Adapun filosofinya yakni angka 705 menandakan usia Gowa yang ke-705 tahun, desain menyerupai ujung badik Makassar melambangkan kehormatan dan harga diri masyarakat Gowa, kemudian unsur embun menggambarkan kesederhanaan, keikhlasan dan ketulusan dalam pelayanan,” jelas Ratnawati, di sela-sela launching logo dan tema HJG Ke-705 beberapa hari lalu.
Tak hanya itu, lanjutnya, gerakan tangan tarian pakarena menandakan harmoni dan kolaborasi pemerintahan, tipografi khas logo resmi Kabupaten Gowa menegaskan persatuan dan identitas daerah, Sementara tagline “Gowa Maju” menjadi simbol semangat baru pemerintahan dalam mewujudkan Gowa yang berdaya, berbudaya dan berkemajuan.
“Dengan peluncuran logo ini, Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan tekad untuk menjadikan HJG Ke-705 bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum semangat kolaboratif menuju Gowa yang semakin maju dan berdaulat dalam budaya,” tambahnya.
