Republiknews.co.id

Jelang Ramadan 1442 Hijriyah, 2.172 Imam dan Marbot Masjid di Gowa Divaksin Covid-19

Salah satu imam masjid di wilayah Kabupaten Gowa saat menjalani proses skrining sebelum melakukan vaksinasi Covid-19 di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (22/03/2021). (Rhany)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Menjelang Ramadhan 1442 Hijriyah yang jatuh pada pertengahan April 2021 mendatang, seluruh imam baik imam desa atau kelurahan, imam dusun atau lingkungan, imam masjid hingga petugas masjid atau marbot akan melakukan vaksinasi Covid-19.

Rencananya vaksinasi ini akan menyasar 2.172 imam yang ada di Kabupaten Gowa, masing-masing imam desa kelurahan dan imam dusun lingkungan sebanyak 843 orang, dan imam masjid atau musalah sebanyak 1.329 orang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa Syamsuddin Bidol mengatakan, selain imam-imam, program vaksinasi kali ini juga diperuntukkan untuk pimpinan pondok pesantren, pimpinan rumah tahfidz dan tim dakwah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Ia menyebutkan, untuk tim dakwah Pemkab Gowa sebanyak 99 orang, da’i dan da’iyah Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah sebanyak 233 orang, pimpinan pondok pesantren 47 orang dan pimpinan rumah tahfidz 16 orang.

“Ini merupakan hasil koordinasi kami dengan Kementerian Agama Kabupaten Gowa, seluruh camat dan seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Gowa,” katanya, Senin (22/03/2021).

Sementara Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, kebijakan ini diambil karena pada Ramadhan nantinya aktivitas dan interaksi akan lebih banyak terjadi di masjid antara jamaah dan imam, sehingga berpotensi menyebabkan resiko penularan yang tinggi.

“Program vaksinasi ini untuk melindungi para imam dan marbot yang ada di Kabupaten Gowa agar tidak tertular Covid-19 dan mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Ia berharap seluruh imam dan marbot di Kabupaten Gowa ini menjalani vaksinasi Covid-19 secara sempurna dan ditargetkan dapat diselesaikan sebelum masuknya Ramadan.

“Sudah divaksin kita masih memungkinkan kena Covid-19. Hanya saja gunanya vaksin kalau kita kena atau tertular Covid-19, insya allah gejalanya tidak parah,” jelas Adnan. (Rhany)

Exit mobile version