Republiknews.co.id

Kades Polewali Kabupaten Bone: Potongan Uang Panai’ Warga Ada Sejak Sebelum Ia Menjabat

Ilustrasi.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Potongan uang panai’ yang dilakukan oknum Kepala Desa Polewali, kecamatan Kajuara Kabupaten Bone, Sulsel, santer diberitakan di media sosial.

Banyak netizen mengutuk keras oknum kepala desa tersebut, dan mengatakan tidak sepantasnya kepala desa melakukan hal tersebut.

Terkait pemberitaan tersebut, Kepala Desa Polewali, Andi Imran saat dimintai keterangan mengatakan bahwa pemotongan uang panai’ tersebut sudah berlangsung lama. Kegiatan ini merupakan peraturan desa (perdes) tidak tertulis yang memang berlaku sebelum ia menjabat kepala desa.

“Kalau pemotongan itu, sebelum saya jadi kepala desa sudah ada. Ini sudah tradisi di desa Polewali. Adapun uangnya tersebut digunakan untuk pembangunan desa ketika anggaran desa sudah habis,” ujarnya, Rabu (02/09/2020).

Imran pun menambahkan bahwa pemotongan ini murni untuk kepentingan warga seperti pembangunan insfrastruktur desa serta penambahan gaji RT.

“Ketika sesuatu hal mendesak seperti perbaikan jembatan yang rusak tetapi dana desa sudah habis, maka kami ambil dana dari kas desa yang diambil dari pemotongan uang panaik. Selain untuk pembangunan, uang tersebut juga untuk penambahan gaji RT ndi. Kasian RT hanya 150 ribu saja gajinya, makanya kami tambahkan dari uang pemotongan panai’ ndi,” lanjutnya.

Imran mengakui tidak mengambil sepersenpun uang warga. Uang panaik yang ia potong pun jumlahnya tergantung dari kondisi ekonomi warganya.

“Potongan itu tergantungji dari kondisi ekonomi wargaku. Tapi biasanya pemotongan itu 5% dari uang panai’ warga sesuai hasil musyawarah. Tapi biasa tonji pemotongannya dibawah 5% kalau warga tidak berada,” tambahnya.

Sebelumnya, warga desa Polewali memprotes pemerintah desa terkait pemotongan uang panai’ yang dinilai tidak sesuai regulasi. (Andi Sinar)

Exit mobile version