0%
logo header
Jumat, 21 Januari 2022 22:10

Kajari Palopo Tahan Empat Tersangka Dugaan Kasus Korupsi BOPK PKBM Dinas Pendidikan

Kantor Kejaksaan Negeri Kota Palopo
Kantor Kejaksaan Negeri Kota Palopo

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PALOPO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo tahan empat tersangka dugaan korupsi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Dugaan korupsi itu dalam bentuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan (BOPK) tahun anggaran 2020.

Informasi yang dihimpun, satu dari empat orang yang ditangkap menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga : Dugaan Penyimpangan Proyek Pamsimas, Polisi Periksa Sejumlah Desa di Sinjai

Selebihnya honorer dan wiraswasta.

Kerugian negara dari bantuan dana BPOK ini mencapai Rp 800 juta lebih.

PKBM yang ditahan yakni, Ketua PKBM Berkah inisial AS honorer di Puskesmas Benteng, Ketua PKBM To’Guru Drs AK, Wiraswasta, Ketua PKBM Aksara Tenar, SB PNS pada Dinas Pendidikan dan Ketua PKBM Fahira Ir NB Wiraswasta.

Baca Juga : Polisi Tetapkan Tersangka Bendahara DPRD Jeneponto, Dugaan Korupsi Anggaran Makan Minum

Sebelumnya diberitakan, Kejari Palopo mulai melakukan penyidikan di bulan Oktober 2020 lalu.

Hingga akhirnya Jumat, 21 Januari 2022, status sebelumnya saksi dinaikkan ke tersangka.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan Kejari Palopo dalam hal ini Kasi Tindak Pidana Korupsi (Pidsus), dari total Rp1.845.000.000, ditemukan anggaran tahap 1 Rp. 1.133.350.000, tahap 2 Rp. 711.650.000, dan total total kerugian negara sebesar Rp. 889.790.995.

Baca Juga : Melaporkan Korupsi Bukan Berdasar Asumsi

Pada saat dilakukan pemeriksaan, para tersangka secara koperatif mengembalikan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 467.130.745.

“Uang tersebut dipergunakan para tersangka untuk kepentingan pribadinya”, ungkap Kajari melalui Kasi Pidsus.

“Saat ini para tersangka kami tahan dan dititip di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolsek Wara,” kata Kajari Palopo, Agus Riyanto SH, di Kejari Palopo.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646