REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Satu persatu tamu undangan memasuki Kawasan Balla Lompoa sejak pagi tadi. Mereka menggenakan pakaian adat daerah. Laki-lakinya memakai baju jas tutup lengkap dengan songko khasnya, sementara perempuan mengenakan baju bodo modern dengan beragam warna.
Di hampir seluruh pelataran Kawasan Balla Lompoa berdiri sederet karangan bunga dengan ucapan “Selamat Hari Jadi Gowa ke-702”, ucapan itu dikirim dari berbagai pihak dan mitra Pemerintah Kabupaten Gowa. 17 November setiap tahunnya merupakan peringatan daerah berjuluk Butta Bersejarah ini.
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan didampingi Wakilnya Abd. Rauf Malaganni mengenakan pakaian adat jas tutup lengkap berwarna coklat. Pakaian tersebut semakin menambah karismatik kedua pimpinan daerah berjuluk kota raja-raja ini. Tampak juga Gubernur Sulawesi Selatan, Sudirman Sulaiman sebagai tamu spesial yang hadir.
Ribuan undangan yang hadir pada puncak perayaan HJG tahun ini di Balla Lompoa datang dari berbagai pihak. Mulai dari jajaran Forkompinda Provinsi Sulawesi Selatan, sejumlah kepala daerah seperti, Walikota Parepare Taufan Pawe, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Bupati Banteng Ilham Syah Azikin dan beberapa lainnya. Termasuk juga terlihat sejumlah rektor dari perguruan tinggi di Kota Makassar.
Balla Lompoa pada perayaan HJG ke-702 menjadi lokasi yang dipilih. Sebab diketahui Balla Lompoa sebelumnya adalah pusat pertama pemerintahan di zaman kerajaan sebelum menjadi sistem pemerintahan daerah.
“Kita pilih Balla Lompoa sebagai lokasi puncak Hari Jadi Gowa karena tidak terlepas dari latar belakang sejarah yang dimiliki Kerjaan Gowa. Dulunya ini rumah kebesaran raja-raja Gowa, kemudian pada 1936 lalu direkonstruksi dari Istana Kerajaan Gowa menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Gowa,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, di sela-sela kegiatan, Kamis (17/11/2022).
Lanjut Adnan, pada tahun ini tema perayaan HJG ke-702 mengangkat tema “Gowa Bangkit Dengan Kolaborasi”. Tema ini bermakna bahwa suatu pembangunan daerah tidak terlepas dari peran seluruh pihak, serta kolaborasi dari lintas sektor yang ada.
Ia mencontohkan, di situasi puncak pandemi Covid-19 pada 2020 mengakibatkan perekonomian lumpuh dan kontraksi mines hampir di berbagai daerah. Tetapi Kabupaten Gowa berhasil tumbuh positif meskipun 1,76 persen. Bahkan berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sulawesi Selatan dengan angka 7,26 persen.
“Pencapaian ini tentunya dari kolaborasi antara pemerintah daerah dengan seluruh pihak dan mitra yang ada. Tujuannya untuk membantu daerah dalam mewujudkan pembangunannya yang tujuannya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
- Ajang Promosi Wisata Budaya
Kepal Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Tenriwati Tahri mengatakan, Balla Lompoa ini juga merupakan icon destinasi wisata budaya. Sehingga pada pelaksanaan Hari Jadi Gowa itu Kawasan Balla Lompoa menjadi sentral pelaksanaan kegiatannya.
“Beberapa kali memang puncak HJG kita laksanakan di Balla Lompoa dan tempat-tempat wisata sejarah atau budaya yang ada. Seperti Benteng Somba Opu di Kecamatan Barombong juga pernah menjadi lokasi puncak HJG,” katanya.
Dengan dipilihnya Kawasan Balla Lompoa sebagai lokasi pelaksanaan HJG tahun ini tentunya menjadi potensi bagi daerah dalam memperkenalkan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata budaya. Pasalnya, tamu-tamu undangan yang datang bukan hanya berasal dari warga Kabupaten Gowa saja tetapi beberapa dari luar daerah.
“Ini juga bisa jadi ajang promosi untuk mereka mengenal Balla Lompoa dengan lebih dekat. Karena memang tujuan utamanya kita sebagai syiar bahwa akar kebudayaan kita, sejarah kita adalah Balla Lompoa,” terangnya.
Ia mengatakan, dalam melaksanakan puncak HJG di Balla Lompoa ini tentunya dilakukan dengan berbagai persiapan. Meskipun tentunya dalam persiapan yang disiapkan secara matang ini tidak terlepas dari kendala dan kekurangan yang ada.
“Intinya kita memaksimalkan bagaimana perayaan HJG tahun ini bisa lebih meriah, jika dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya saat terjadi pandemi Covid-19,” katanya.
- Dimeriahkan Tarian Tradisional dan Pentas Musik
Kemeriahan Hari Jadi Gowa (HJG) tahun ini di Kawasan Balla Lompoa diwarnai dengan pentas tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Gowa.
Di awal pembukaan acara ditampilkan langgam-langgam lagu daerah, kemudian di isi tarian yang menggambarkan Keberanian I Fatimah Daengta Kontu Karaeng Campagaya Putri Sultan Hasanuddin. Selanjutnya, di puncak atau diakhir acara ditampilkan tarian Peppe-Peppe Bainea, dan atraksi paraga dari Sanggar Sirajuddin Kabupaten Gowa.
“Kita juga ingin memperlihatkan kekayaan budaya dan sejarah Kabupaten Gowa dari tarian-tarian tradisional yang ada,” kata Tenriwati yang juga Sekretaris Panitia Hari Jadi Gowa ke-702 ini.
Tak hanya tarian tradisional yang ditampilkan, pentas musik juga menambah kemeriahan Hari Jadi Gowa di Kawasan Balla Lompoa. Apalagi, kedua anak Bupati Gowa yakni Kheila Kinanthi Naryama Adnan dan Arya Mahadika Nalendra Adnan yang ikut menampilkan perform. Arya yang memegang drum, Kheila sebagai vokalis dan memainkan pianika.
Dalam penampilannya beberapa lagu mereka dibawakan. Di antaranya, Bendera dari Band Cokelat, dan Ojo Dibandingke, serta Anging Mammiri yang merupakan lagu daerah.
Sementara beberapa rangkaian kegiatan lainnya yang digelar antara lain penyerahan penghargaan, penandatanganan proyek pembangunan, dan sambutan Gubernur Sulawesi Selatan.
