Ketuanya Diintimidasi, PMII Kota Jayapura Kecam Direktur Ma’had Al-Jamiah IAIN Fatttahul Muluk Papua

  • Bagikan
Ketua PC PMII Kota Jayapura, Mahfudz. Foto: istimewa

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAYAPURA – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Jayapura mengecam keras atas intimidasi yang dilakukan oleh Direktur Ma’had Al jamiah IAIN Fatttahul Muluk Papua terhadap Mantan Presiden Mahasiswa IAIN FM Papua 2019/2020, Mahfudz.

Berikut penjelasan Mahfudz yang juga merupakan Ketua PC PMII Maluku seperti yang dikutip dari rilis pers yang diterima Republiknews.co.id.

Pers Rilis

PC PMII Kota Jayapura mengecam keras atas intimidasi yang dilakukan oleh Direktur Ma’had Al jamiah IAIN Fatttahul Muluk Papua terhadap Mantan Presiden Mahasiswa IAIN FM PAPUA 2019/2020.

Pasalnya penyelenggaran PON XX Papua 2021 seluruh Asrama Kampus, tak terkecuali IAIN FM Papua dialih fungsikan untuk mendukung penyelenggaraan PON Papua, sehingga berdasarkan hasil rapat pertama Asrama yang kami dengar dari para penghuni asrama bahwa pada tanggal 7 Juni 2021 asrama sudah dikosongkan. Dampaknya penghuni asrama yang dalam hal ini bagian putri kalang-kabut keluar asrama untuk mencari kost dan ada sebagian menitip barang barangnya di sekretariat PC PMII Kota Jayapura. Ada juga yang memilih pulang kampung, tanggal 4 kami berdiskusi dengan sebagian sahabat pergerakan untuk mengupayakan solusi terhadap rekan rekan Mahasiswa.

Pada malam tanggal 5 Juni mantan Ketua Komisariat HMI IAIN FM Papua saudara Amat Tatroman menghubungi kami memalui via telpon karna ikut prihatin dan merasakan kegelisahan rekan-rekan asrama, berdasarkan kesamaan persepsi keprihatianan atas rekan sesama mahasiswa kami mencoba membangun Koordinasi Gerakan agar para penghuni asrama mendapat hak-haknya.

Merujuk pada hasil rapat pertama Asrama IAIN FM PAPUA memberi alternatif dipindahkan ke gedung tarbiyah dan syariah dengan catatan diperbaiki untuk layak huni oleh para mahasiswa,namun sampai tanggal 6 Juni belum ada tanda tanda perbaikan fakultas yang dimaksud.

Mengingat banyaknya Mahasiswa IAIN FM Papua yang mengeluh terkait kebijakan tersebut maka mantan presiden Mahasiswa IAIN FM PAPUA dengan Mantan ketua HMI Komisariat IAIN FM Papua turun untuk membantu mencarikan solusi terkait masalah ini, sehingga pada tanggal 6 Minggu malam bertempat di Masjid Al Hamid Papua, mereka berdua yang merupakan mantan Presiden Mahasiswa IAIN FM Papua yang saat ini menjabat sebagai Ketua PC PMII Kota Jayapura dengan mantan Ketua HMI Komisariat IANI FM Papua ikut prihatin dan bermaksud mengikuti rapat guna memastikan seluruh mahasiswa yang menghuni asrama mendapatkan tempat huni yang layak.

Namun sebelum rapat dimulai terjadi insiden Pengusiran oleh direktur Ma’had Al jamiah tanpa melalui cara bermusyawarah (brutal) yang sama sekali tidak mencerminkan seorang pendidik. Beberapa diantaranya yang diusir teman-teman aktivis dari HMI salah satunya Mantan ketua Komisariat HMI IAIN FM Papua, Amat Tatroman.

Intimedasi semacam ini tidak patut jika dibiarkan begitu saja, sebab negara ini adalah negara hukum yang memiliki undang undang yang menjamin kebebasan dalam menyampaikan Pendapat,sesuai dengan undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia No 28 E Ayat 3 bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

Intimidasi/ kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi bahkan ada sebagian Mahasiswa melalui seluler ditelpon oleh oknum tertentu mengancam mahasiswa agar tidak melakukan gerakan dan jika sampai melakukan akan mendapat sangsi akademik.

Maka dengan ini kami PC PMII Kota Jayapura dengan tegas akan terus mengawal kebijakan lembaga terkait pengalih fungsian Asrama IAIN FM PAPUA, sampai para mahasiswa penghuni asrama mendapatkan hak dan tempat yang layak huni, kami meminta kepada pihak lembaga dalam hal ini Rektor IAIN FM Papua agar memberikan transparansi atau keterbukaan terhadap Mahasiswa IAIN FM Papua, terkait kesepakatan yang telah disepakati dengan pihak penyelenggara PON guna untuk menangkal asumsi-asumsi liar dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ingin memanfaatkan momentum ini.

Kami PC PMII Kota Jayapura meminta agar tidak ada lagi intimidasi terhadap nahasiswa dalam upaya menyampaikan aspirasi. (*)

  • Bagikan