REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pihak Universitas Indonesia Timur (UIT) menegaskan siap menjalankan apa yang menjadi arahan dari Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Dr. Totok Prasetyo.
Wakil Rektor III UIT Muhammad Khaerul Nur, S.Farm, M.Kes, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak P2Dikti di Jakarta terkait dengan adanya sanksi yang diberikan ke kampus Universitas Indonesia Timur (UIT).
Dalam pertemuan tersebut Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Dr. Totok Prasetyo meminta agar pihak Universitas Indonesia Timur (UIT) segera melakukan perbaikan dan pembenahan sehingga terhindar dari sanksi.
“Kita sudah bertemu pak dirut, dan beliau meminta agar kita berbenah, apalagi waktu yang ada masih cukup panjang, sehingga beliau menjamin Universitas Indonesia Timur (UIT) akan bisa keluar dari sanksi,” ujarnya, Senin (22/10/18).
Dia menjelaskan dalam pertemuan tersebut pihak Direktur akan mendorong secara terus menerus terhadap langkah-langkah perbaikan Universitas Indonesia Timur (UIT).
“Kita siap melakukan perbaikan dan dari awal kita sudah melakukan perbaikan, karenanya kita sebenarnya sudah siap untuk diverifikasi,” tambahnya.
Selama ini pihak Universitas Indonesia Timur (UIT), kesulitan untuk melakukan perbaikan karena belum bisa mengakses pangkalan data online. Padahal untuk melakukan perbaikan tersebut pihak Universitas Indonesia Timur (UIT) sangat tergantung pada data online yang ada di L2Dikti tersebut.
Karenanya, ia berharap pihak L2Dikti bisa memberikan mereka akses untuk mengetahui data-data mahasiswa yang dianggap bermasalah.
“L2Dikti kan menyebut ada sekian mahasiswa bermasalah dan harus diperbaiki,kita siap untuk itu, tapi kita juga punya data berapa mahasiswa yang bermasalah,” ujar Muhammad Khaerul Nur.
“Memang ada perbedaan data antara pihak Universitas Indonesia Timur (UIT) dengan L2Dikti, dan ini perlu adanya komunikasi untuk menyamakan persepsi tentang tersebut. Jika Universitas Indonesia Timur setiap saat siap untuk diverifikasi dan menyiapkan data-data yang dibutuhkan, kami sangat kooperatif dengan langkah-langkah arahan yang disampaikan oleh Direktur Kelembagaan Perguruan Tinggi,” tutupnya. (rls)
