Republiknews.co.id

Kinerja Keuangan Sektor Penjaminan Melonjak 58,77 Persen di Sulampua

Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat kinerja industri jasa keuangan di sektor penjaminan mengalami lonjakan signifikan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Pertumbuhan tersebut dinilai positif jika dibandingkan pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) lainnya. Meski demikian beberapa sektor lainnya juga turut mengalami tekanan.

Kepala OJK Sulselbar Moch Muchlasin, mengungkapkan bahwa sektor penjaminan menjadi salah satu pendorong utama kinerja IKNB di wilayah Sulampua. Dimana, total penjaminannya mengalami pertumbuhan sebesar 58,77 persen.

“Nilai penjaminan yang dicatatkan telah mencapai Rp1,78 triliun di periode Oktober 2025. Ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap dukungan penjaminan,” terangnya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Selain itu, kinerja pada capaian kinerja dana pensiun juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan total aset mencapai 8,40 persen di wilayah Sulampua dengan capaian hingga Rp4,06 triliun hingga Oktober 2025. Pertumbuhan tersebut dianggap sebagai cerminan bahwa pengelolaan dana pensiun relatif stabil di tengah dinamika ekonomi.

Hanya saja pada kinerja IKNB ini, sektor asuransi masih menghadapi tantangan dengan jumlah total premi mengalami penurunan sebesar 22,99 persen atau hanya mencapai Rp6,37 triliun.

“Ini tentunya dipengaruhi oleh penyesuaian strategi bisnis serta kehati-hatian masyarakat dan pelaku usaha dalam mengambil produk asuransi,” terang Muchlasin.

Sementara itu, di sisi pembiayaan, perusahaan pembiayaan mencatatkan pertumbuhan positif. Total pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 4,12 persen. Hal ini dianggap seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi dan pembiayaan sektor produktif. Secara jumlah pembiayaan yang telah disalurkan hingga Oktober 2025 mencapai Rp53,46 triliun.

Lanjut Muchlasin, adapun pada kinerja perusahaan modal ventura masih mengalami kontraksi sebesar 16,72 persen dengan capaian Rp759 miliar. Dengan melihat kondisi kinerja IKNB di Sulampua, pihaknya akan mendorong penguatan fundamental IKNB dengan tujuan agar pertumbuhan yang terjadi dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian daerah.

Exit mobile version