Kisah Ibu Erni,Relawan Covid 19 Dari Lorong

  • Bagikan
ibu Erni relawan satgas covid 19 di keluruhan antang,membagikan masker dan poster protokol kesehatan/ istimewa

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR-Usianya sudah tidak muda lagi, sudah memasuki senja sekitar 50an.Namun dia masih terlihat dan gesit dengan berbagai aktivitas yang di jalaninya. namanya Erniwati, biasa di sapa bu erni. single parent dari seorang putir yang kini sudah duduk di bangku SMA. Sehari-harinya buka toko kelontong di kediamannya yang berada di keluruhan antang.
Untuk mencarinya tidaklah sulit, karena ibu erni cukuplah dikenal terutama para relawan kemanusian. Maklum saja ibu Erni cukup aktif sebagai relawan diberbagai organisasi kemanusian. mulai tingkat RT,Keluruhan hingga kota Makassar. Awalnya dia aktif mendampingi anak-anak dan keluarga pemulung yang ada di TPA Antang Makassar.
Namun sejak covid 19 merebak, kesibukannya makin bertambah sebagai relawan. ibu Erni menjadi salahsatu relawan yang ada di kota makassar yang berada dilapangan dalam melakukan edukasi dan kampanye protokol kesehatan. Bersama satgas keluruhan,ibu Erni melakukan door to door untuk menyampaikan ke masyarakat akan pentingnya memakai masker,mencuci tangan dan menjaga jarak dalam setiap aktivitas masyarakat.
” biasanya pagi-pagi saya akan menelusuri lorong-lorong untuk membagikan flayer soal protokol kesehatan, kadang juga membagikan masker dan memberitahu ibu-ibu agar mengurangi ngumpul-ngumpul diluar rumah,” ujarnya Kamis (20/5/2021). Dia mengakui betapa sulitnya mengingatkan masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan. Apalagi kalangan ibu-ibu yang terbiasa berkumpul-kumpul pada sore hari dan pagi, namun dia selalu melakukan pendekatan secara pelan-pelan. Agar para ibu-ibu bisa menyadari betapa berbahayanya virus corona tersebut.
” Selain kelompok ibu yang rajin berkumpul, para anak remaja juga yang paling sering berkumpul sama teman-temannya, maklum anak lorong,” ujarnya.
Namun kendala tersebut tidak membuatnya menyerah, bahkan ibu Erni melibatkan anak-anak muda tersebut untuk ikut berkampanye protokol kesehatan. Setiap ada pertemuan dengan satgas covid 19 dia selalu mengikutkan perwakilan dari kelompok muda. Dan akhirnya anak muda yang ikut pertemuan dengan satgas menjadi kader satgas untuk melakukan edukasi bagi teman sebayanya.
“alhamdulilah saat ini kelompok anak muda sudah jarang ngumpul dilorong, mereka sudah dilibatkan dalam kegiatan kampanye protokol kesehatan.
Bersama anak remaja tersebut ibu Erni tiap sore memasuki lorong demi lorong di keluruhannya melakukan edukasi protokol kesehatan. Baik dengan secara lisan maupun dengan membagikan selebaran yang berisi himbauan soal bahaya covid 19. Selain melakukan pendekatan dengan kelompok remaja, ibu Erni dalam menjalankan aktivitasnya juga bekerja sama dengan pengurus masjid yang ada diwilayahnya. Dia meminta agar para penceramah saat berceramah di masjid menyelipkan pesan akan protokol kesehatan. Selain itu juga ibu Erni mengikuti pengajian,kelompok arisan dan majelis taklim diminta dia selalu minta waktu berbicara terkait dengan protokol kesehatan.
alhasil selama 2 tahun covid 19 merebak, di wilayahnya belum ada yang meninggal karena covid 19. ” awal covid ada yang sempat PDP saat itu, tapi dia warga pendatang dan langsung di isolasi mandiri,” ujarnya.
apakah ibu Erni dapat honor atas apa yang dilakukannya selama ini. Dia hanya tertawa saat hal ditanyakan.
“saya kerja sukarela dan kemauan sendiri, dan tidak berharap apapun dari apa yang saya lakukan,” tegasnya.
Dia mengaku sudah bersyukur bisa dilibatkan dalam penanganan covid 19 tersebut. apalagi sudah diberi ruang untuk saling membantu dan menolong antar sesama.
Ibu Erni menuturkan jika awalnya terlibat di satgas covid karena banyak tetangganya terkena dampak covid 19. Banyak kehilangan pekerjaan sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, sedang mereka belum tersentuh bantuan pada saat itu.
” kebetulan ada teman di satgas provensi,darinya saya meminta bantuan agar warga sekitar tempat tinggalnya bisa mendapat bantuan sosial,” ujarnya. Dari temannya,Ibu Erni bisa mendapatkan bantuan untuk warga sekitar tempat tinggalnya.Bantuan itu beragam, ada dari instansi pemerintah, organisasi kemanusian dan keagamaan.
Terkadang ibu Erni menjemput sendiri bantuan tersebut lalu menyalurkan warga-warga yang membutuhkan.
” Tantangan terberat saat bulan Ramadhan kemarin, harus banyak sabar dan kondisi puasa sehingga tidak segesit pada hari biasanya,” tuturnya.
Bahkan ibu yang tinggal di Antang ini mengaku beberapa kali harus buka puasa dijalan saat sedang mengantar bantuan. Selain melakukan kampanye protokol kesehatan dan menyalurkan bantuan, ibu Erni juga mensupport data-data terkait covid 19 ke satgas covid 19.Mulai yang terdampak secara ekonomi, ataunya yang terpapar covid 19. Kini ibu Erni mengaku saat ini kerjanya sudah tidak seberat awal-awal covid 19 dimana masyarakat belum terbiasa dengan hidup protokol kesehatan. Saat ini dia melihat masyarakat terbiasa memakai masker dan mencuci tangan dan jaga jarak. ” saya liat masyarakat saat ini sudah bisa dengan new normal, aktivitas sudah berjalan,” tuturnya. Dia berharap covid 19 segera berlalu, dan masyarakat tidak abai dengan pola hidup sehat.

  • Bagikan