REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Ibu adalah seorang wanita yang mulia yang memiliki tiga derajat dibanding Ayah, dengan semangat tinggi, seorang ibu di Kabupaten Soppeng rela menjadi buruh pemanjat pohon aren untuk menafkahi anaknya yang hanya terbaring akibat menderita penyakit Hidrocepalus.
Sosok wanita yang kadang dianggap lemah, Nursiah (41) warga dusun Tampaning Kecamatan Marioriawa, mampu melakukan pekerjaan laki-laki demi si buah hatinya yang ditinggal pergi oleh ayahnya sejak berumur 2 tahun 6 bulan.
Ditemui pada Senin (10/08/2020) kemarin, Nursiah (41) tercatat warga Dusun Tampaning Kecamatan Marioriawa Soppeng mengakui bahwa bukan hal yang mudah hidup seorang singel parent.
Diungkapkan, segala cara mereka tempuh untuk menafkahi anaknya, dan hingga kini Labeddu (anaknya) berumur 13 tahun menderita penyakit Hidrocepalus sejak lahir.
“Saya masih mampu bekerja pak tapi tidak enak juga selalu minta tolong ke orang untuk menjaga anak saya ketika saya mau keluar mencari nafkah,” ucap Nursiah sembari mengusap kepala anaknya.
“Biasa (anakku) saya tinggal di rumah sendirian, dan kalau saya pulang biasa ku dapati menetes air matanya karena dia tidak bisa juga bicara,” sedih Nursiah.
Lanjutnya bahwa Nursiah mengaku tinggal di perumahan SDN Kelas jauh Medde karena rumahnya roboh termakan usia.
“Alhamdulillah Pak, sekarang kami sudah bangun rumah berkat sumbangan Labeddu, namun belum rampung,” ungkap Nursiah.
“Kalau pemasangan lampunya, kami digratiskan oleh Pemdes Patampanua,” ungkapnya lagi. (Yusuf)
