REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Lomba Layang-Layang yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gowa berhasil membangun kerjasama tim dan kreativitas masyarakat.
Pasalnya, perlombaan yang digelar untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT) Ke-80 Tahun melibatkan 140 tim yang terdiri dari desa atau kelurahan se-Kabupaten Gowa.
Dalam pembukaan kegiatan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakilnya Darmawangsyah Muin terlihat antusias mengikuti perlombaan yang berpusat di Lapangan Sepak Bola, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syekh Yusuf.
“Ini momen pertama kali dilakukan oleh pemerintah dan diikuti hampir semua desa atau kelurahan. Alhamdulillah ternyata antusias peserta sangat tinggi dengan bermacam kreatifitas. Keterlibatannya tentu untuk berkontribusi menyemarakkan HUT Ke-80 RI,” ungkapnya, dalam kegiatan, kemarin.
Dirinya mengaku, lomba ini bukan hanya tentang menang dan kalah, namun dilakukan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus membangun kerjasama yang baik antar tim.
“Ini ide dari kami, bukan hanya persoalan siapa yang menerbangkan lebih tinggi, tetapi bagaimana membangun hubungan baik antar tim dengan bermacam kreatifitas. Alhamdulillah terlihat berbagai model mulai dari burung tulisan Gowa maju dan lainnya dengan minimal lebar 2 meter sehingga menarik perhatian masyarakat untuk datang melihat,” jelasnya.
Olehnya dirinya mengungkapkan terimakasih dan apresiasinya kepada seluruh masyarakat atas partisipasinya dalam memeriahkan perlombaan ini.
“Selamat bertanding, berikan tampilan terbaik dan kekompakannya. Saya yakin kedepan akan lebih kreatif lagi,” harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Kominfo SP Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni mengatakan, kegiatan ini untuk melestarikan seni dan budaya lokal dengan mengangkat atau mempromosikan kearifan lokal melalui seni pembuatan layang-layang tradisional dan modern sebagai warisan budaya bangsa.
“Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi karena menjadi wadah bagi perwakilan desa dan kelurahan untuk saling berinteraksi dan memperkuat tali persaudaraan, serta meningkatkan kreativitas dengan mendorong peserta untuk berinovasi dan berkreasi dalam merancang dan membuat layang-layang yang unik dan menarik,” urainya.
Salah satu tim yang juga Lurah Tombolo, Andi Ahmad Gazali mengatakan masyarakat di wilayahnya sangat antusias mengikuti perlombaan ini. Sebagai bentuk antusiannya dirinya mengambil tema Kue Tradisional Se’ro-se’ro yang merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Gowa.
“Pasti kita sangat antusias, mengangkat tema Se’ro-se’ro sebagai kue khas Gowa dan banyak diproduksi di kelurahan kami, dimana layang-layang yang kami buat dari kue ini dengan lebar 2 meter ditambah kostum peserta menggunakan celemek dan topi koki sebagai satu kesatuan dari tema kami,” ungkapnya.
