REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Mahasiswa rantau asal Sulteng yang tergabung dalam organisasi Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tengah (Ima-Sulteng) Makassar menggelar Aksi Keprihatinan dengan menyalakan lilin, Doa bersama serta pengumpulan Donasi di sekitar monumen Mandala Sabtu (13/10/2018) malam.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa Sulteng kepada masyarakat kota Palu, Sigi, dan Donggala. Dimana sebelumnya, Ima Sulteng – Makassar telah melaksanakan penggalangan dana, serta membentuk posko Induk untuk menerima sekaligus menyalurkan bantuan ke wilayah yang terkena bencana.
Kegiatan yang berlangsung hikmad dan dihadiri kurang lebih 350 peserta ini memiliki beberapa item diantaranya. shalat berjamaah, cerita kesaksian korban bencana, doa bersama, pentas seni serta menyalakan 1.000 lilin sebagai simbol keprihatinan.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan HAM Pemerintah Kota Makassar, Abdul Azis yang hadir dalam kegiatan tersebut turut mengapresiasi tindakan kemanusiaan yang dilakukan oleh mahsiswa asal sulteng ini.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan adik-adik Mahasiswa, dan ini merupakan contoh yang baik yang bisa dilakukan oleh Mahasiswa-mahasiswa lainya,” ujarnya.
Sementata itu, Arief Ibrahim selaku Plt. Ketua Umum Ima Sulteng Makassar juga menyampaikan sepatah kata kepada seluruh organisasi daerah asal Sulawesi Tengah se-Kota Makassar serta seluruh peserta kegiatan yang turut hadir dan berpartisipasi untuk mensukseskan kegiatan tersebut.
“Kita orang Sulteng adalah satu batang tubuh, satu yang dicubit semuanya berasa sakit. Satu yang berduka, semuanya kita berduka. Untuk itu yang hadir malam ini bukan hanya orang Palu, Sigi, atau Donggala tetapi kita semua warga Sulawesi Tengah bahkan Sulawesi Selatan hadir ditempat ini untuk memberikan Spirit Kebangkitan Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Dalam kesemptanya Gerry Ariya Wibowo mengatakan banyak terimakasih kepada berbagai pihak atas dukungannya untuk terlibat.
“Kami tidak bisa berbuat banyak tanpa support dari kawan-kawan semua, untuk itu terimakasih kepada seluruh pihak yang mesupport dari awal hingga berakhirnya kegiatan diantaranya Literasi Coffe sebagai Posko Induk Relawan Ima Sulteng – Makassar, jajaran instasi Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Makassar,
dan seluruh elemen oraganisai lainnya.
Sekedar diketahui Amma Prsetya yang melakukan kordinasi secara serentak hingga Mahasiswa rantau asal Sulteng diberbagai kota, diantaranya Makassar, Malang dan JABODETABEK dengan tema SULTENG BANGKIT.
