Republiknews.co.id

Makassar Jadi Kota Penjualan Terbanyak Produk Fashion Si.Se.Sa

Salah satu koleksi Si.Se.Sa yang diperkenalkan di sela-sela Fashion Show Roadshow Si.Se.Sa, di Nusantara Ballroom, Hotel The Rinra Makassar, kemarin. (Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penjualan produk fashion syar’i dari brand Si.Se.Sa di Cabang Makassar, Sulawesi Selatan cukup signifikan.

Dari penjualan secara nasional terdapat tiga kota atau cabang dengan jumlah penjualan cukup tinggi, antara lain Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

“Pemasukan Si.Se.Sa terbanyak memang dari tiga kota itu, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Makassar jika dibandingkan kota-kota lainnya,” terang Director Sales and Bisnis Development Si.Se.Sa Siriz Tentani di Makassar, kemarin.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Si.Se.Sa telah memiliki 18 cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, termasuk di Makassar yang merupakan cabang satu-satunya.

Dari cabang yang ada, Si.Se.Sa mengembangkan pasarnya di Sulawesi Selatan melalui 33 authorized reseller di berbagai kabupaten dan kota. Mulai dari Kabupaten Sidrap, Pinrang, Parepare, dan Morowali.

“Di Sulsel itu kami memang hanya punya butik satu yaitu di Makassar. Tetapi reseller terpercaya kami ada puluhan di berbagai daerah,” ujarnya.

Untuk penjualan produk fashion syar’i berkualitas ini di Sulawesi Selatan tercatat sekitar 35 hingga 40 persen setiap bulannya.

“Di Sulawesi Selatan sendiri itu jumlah penjualan terbesar dan terbanyak kami ada di Kabupaten Sidrap. Kami akui animo masyarakat di sini untuk berbelanja produk Si.Se.Sa itu tidak melihat waktu dan momennya seperti apa,” terangnya.

Sebelumnya, Director Marcomm and Finance Si.Se.Sa Senaz Nasansia mengatakan, pihaknya kembali memperkenalkan produk-produk terbarunya yang dipasarkan tahun ini melalui Roadshow Si.Se.Sa 2023. Kemudian Kota Makassar menjadi salah satu lokasi kegiatan roadshow.

“Disini kami juga memperkenalkan Brand Ambassador Si.Se.Sa yaitu Ibu Priska Paramita Adnan,” terangnya di sela-sela Fashion Show Roadshow Si.Se.Sa, di Nusantara Ballroom, Hotel The Rinra Makassar.

Pada fashion show kali ini pihaknya memperkenalkan produk terbarunya kepada masyarakat, terkhusus pencinta produk Si.Se.Sa (Si.Se.Sa Lovers) dari beragam tema. Mulai dari Summer Colection, Monogram Colection, Black and White Colection, Swarovski Colection, Floral Line Colection, dan Allure Colection.

“Ada 54 koleksi produk fashion syar’i yang diperkenalkan itu terdiri dari tema yang berbeda-beda,” ujarnya.

Lanjut Senaz, roadshow di Makassar ini merupakan program yang memang dilakukan secara rutin dalam dua minggu sekali dengan menyasar kota-kota yang memiliki cabang Si.Se.Sa. Kota Makassar pun menjadi pilihan sebab menjadi salah satu kota yang memiliki jumlah costumer terbanyak secara nasional.

“Itu kan biasanya kami gelar roadshow dua minggu sekali ke kota-kota yang ada Butik Si.Se.Sa nya, dan Makassar ini sangat spesial banget karena kita bisa menggelar fashion show tunggal, lalu semua owner bisa hadir karena memang brand ambassadornya orang sini yaitu Ibu Priska Paramita Adnan,” terangnya.

Ia menjelaskan, brand Si.Se.Sa sendiri merupakan singkatan dari trio bersaudari Siriz Tentani, Senaz Nasansia, dan Sansa Enandera. Sementara, dari warna logo brandnya yang memadukan tiga warna seperti ungu, orange, dan biru merupakan warna kesukaan trio bersaudari. Dimana Siriz Tentani menyukai warna ungu, kemudian Senaz Nasansia menyukai warna orange, dan Sansa Enandera yang menyukai warna biru.

“Jadi memang Si.Se.Sa ini merupakan penggabungan tiga karakter yang berbeda tetapi memang justru bisa satu,” tegas Senaz.

Di tempat yang sama Kreatif Director Si.Se.Sa Sansa Enandera mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya terus mempertahankan kualitas dari produk-produk yang ada. Di mana untuk bahan tentunya memilih kualitas yang bagus, dan lembut, sehingga meskipun desainnya baju syar’i tetap adem.

“Juga tetap ringan meskipun menggunakan kain bertumpuk-tumpuk. Belum lagi saat digunakan tidak terasa berat dan panas, sehingga harus mencari kualitas bahan yang paling bagus,” ujarnya.

Kedepannya, strategi yang terus dilakukan dalam mempertahankan bisnis fashionnya adalah pada tingkat ke-originalnya. Termasuk terus menjadi role model atau trendsetter.

“Kita punya desian sendiri, punya kreativitas sendiri, juga tidak jadi followers. Malah mungkin kita yang menjadi trendsetter fashion syar’i di Indonesia,” ujarnya.

Exit mobile version